BATAM SIAGA CORONA

Apindo Batam Sebut Virus Corona di Singapura Lebih Bahaya Ketimbang Kisruh Politik di Malaysia

Rafki bilang dampak yang paling nyata di depan mata untuk perekonomian Batam adalah virus corona di Singapura yang kian meluas

Apindo Batam Sebut Virus Corona di Singapura Lebih Bahaya Ketimbang Kisruh Politik di Malaysia
tribunbatam.id/dewi haryati
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Saat ini beberapa perusahaan di Kota Batam sudah mulai mengeluhkan sulitnya mendapat bahan baku produksi, terutama yang bisa diimpor dari China. Jika keadaan ini masih berlangsung beberapa bulan ke depan, dikhawatirkan banyak perusahaan yang akan shutdown dan merumahkan karyawannya.

"Menurut saya dampak yang paling nyata di depan mata untuk perekonomian Batam adalah virus corona di Singapura yang kian meluas. Karena ekonomi Batam cukup banyak dipengaruhi oleh ekonomi Singapura," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafki Rasyid kepada Tribunbatam.id, Selasa (25/2/2020).

Diakuinya jika isu virus corona di Singapura ini berkepanjangan, maka ekonomi Batam juga akan terkena dampaknya. Apindo berharap penyebaran virus corona ini cepat teratasi.

Supaya dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dapat diminimalisir. Pemerintah juga tentunya telah memiliki langkah-langkah alternatif untuk mengatasi dampak dari berita penyebaran virus corona ini terhadap perekonomian.


Apalagi jika sampai diikuti penurunan permintaan global. Karena penyebaran virus corona ini menyebar ke banyak negara.

Virus Corona dan Mundurnya PM Malaysia Dikhawatirkan Ganggu Ekonomi Kepri

Dampak Corona, Bupati Bintan Apri Sujadi Temui Pengusaha Hotel, Minta Ada Pembenahan

Sementara itu untuk kisruh politik di Malaysia tidak akan begitu berpengaruh banyak untuk ekonomi Batam.

"Kita yakin masalah politik di Malaysia ini akan cepat terselesaikan dan tidak akan berpengaruh banyak bagi perekonomian negara tersebut," tutur Rafki.

Pekerja di Batam Terancam Dirumahkan

Dampak dari virus corona, sejumlah perusahaan yang ada di Batam kehabisan bahan baku produksi. Selain itu, tenaga ahli yang berasal dari China tidak bisa datang sehingga kegiatan produksi terhenti.

Demikan disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Kota Batam Rudi Sakyakirti di hadapan sejumlah pemimpin perusahaan, di sela-sela kegiatan Costumer Relationship Management (CRM) yang digelar BPJAMSOSTEK Batam Nagoya di Harmoni One Hotel, Rabu (19/2/2020).

Halaman
1234
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved