Healthy Lifestyle

Benarkah Sarapan Bisa Bantu Bakar Kalori hingga Dua Kali Lipat? Ini Faktanya!

Tubuh kita mengeluarkan energi ketika kita mencerna makanan untuk penyerapan, pencernaan, transportasi dan penyimpanan nutrisi.

Benarkah Sarapan Bisa Bantu Bakar Kalori hingga Dua Kali Lipat? Ini Faktanya!
Kompas.com
Ilustrasi sarapan 

TRIBUNBATAM.id - Terkadang, kesibukan sehari-hari yang padat membuat sebagian dari kita melewatkan waktu sarapan

Padahal, sarapan adalah waktu makan yang sangat penting dan tak boleh untuk dilewatkan. 

Bahkan, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Endocrine Society's Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan, sarapan dalam porsi besar lebih baik daripada makan malam dalam Porsi besar.

Kebiasaan tersebut dinilai dapat mencegah obesitas dan gula darah tinggi.

Tubuh kita mengeluarkan energi ketika kita mencerna makanan untuk penyerapan, pencernaan, transportasi dan penyimpanan nutrisi.

Proses yang dikenal sebagai thermogenesis yang disebabkan oleh pola makan atau diet-induced thermogenesis (DIT) ini adalah ukuran seberapa baik metabolisme tubuh kita bekerja dan dapat berbeda tergantung pada waktu makan. 

Selalu jadi Kambing Hitam, Benarkah MSG Bikin Bodoh? Simak Penjelasan dari Ahli Gizi berikut

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa makanan yang dimakan untuk sarapan, terlepas dari jumlah kalori yang dikandungnya, menciptakan DIT dua kali lebih tinggi daripada ketika makanan yang sama dikonsumsi untuk makan malam," kata penulis studi Juliane Richter, M.Sc. , Ph.D., dari University of Lübeck, Jerman.

Richter menambahkan, temuan tersebut penting bagi semua orang karena menggarisbawahi nilai pentingnya porsi sarapan yang cukup. 

Para peneliti melakukan studi laboratorium tiga hari terhadap 16 pria yang mengonsumsi sarapan rendah kalori dan makan malam tinggi kalori, dan sebaliknya di penelitian tahap kedua. 

Tumit Pecah-pecah Mengganggu Penampilanmu? Simak 4 Langkah atasi Masalah Tumit Pecah-pecah berikut

Hasilnya, konsumsi kalori identik menyebabkan DIT 2,5 kali lebih tinggi di pagi hari daripada di malam hari.

Peningkatan gula darah dan konsentrasi insulin yang diinduksi makanan juga berkurang setelah sarapan dibandingkan dengan setelah makan malam

Selain itu, hasil menunjukkan bahwa sarapan rendah kalori dapat meningkatkan nafsu makan, khusus untuk makanan-makanan manis. 

"Kami merekomendasikan bahwa pasien dengan obesitas serta orang sehat makan sarapan besar daripada makan malam besar untuk mengurangi berat badan dan mencegah penyakit metabolisme," kata Richter. (*)  

Polemik PT MIPI, Rudy Chua Tak Ingin Ada Kesan Pemerintah Dibuat Repot, Dampaknya ke Investor

Polres Anambas Beri Bantuan Keluarga Isa yang Rumahnya Roboh Diterjang Angin

Dampak Corona, Bupati Bintan Apri Sujadi Temui Pengusaha Hotel, Minta Ada Pembenahan

Luhut: Indonesian Tourism Sector being Loss of up to 500 Million US Dollars due to Corona Virus

Arti Mimpi Bertemu Artis Terkenal Tak Seindah yang Dibayangkan, Ternyata kamu Harus Introspeksi Diri

Editor: Lia Sisvita Dinatri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved