BATAM TERKINI

KPK Sebut Persoalan Lahan di Batam Ibarat Benang Kusut, INI Langkah yang Diambil

Abdul Haris mengatakan pihaknya membahas terkait dengan pengolahan lahan dan perizinan. Jangan sampai banyak lahan tidur di Batam ini.

TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Koordinasi dan audiensi program pemberantasan korupsi terintegrasi dengan KPK RI di BP Batam, Selasa (25/2/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Usai kunjungan ke Kantor Kadin Batam, KPK melanjutkan perjalanannya ke Kantor BP Batam, Selasa (25/2/2020). Pertemuan tertutup tersebut diadakan di Gedung Balairungsari Lantai 3 sekira pukul 14.00 WIB. Disambut langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

"KPK tadi memberikan pencerahan agar dalam melaksanakan tugas baik memberi izin keluar masuk barang ataupun lahan harus betul-betul sesuai koridor hukum yang ada," ujar Rudi usai koordinasi dan audiensi program pemberantasan korupsi terintegrasi dengan KPK RI.

Rudi menegaskan tidak boleh lagi ada sesuatu hal, perizinan ditahan-tahan dan tidak boleh memberikan kepada orang yang tidak memiliki berkompetensi untuk membangun.

"Dengan adanya pencerahan ini kita berharap proses pelayanan di BP Batam bisa bangkit. Kalau dulu hitungan 2 sampai 3 bulan (perizinan selesai), kedepan hitungan sehari 2 hari selesai," kata Rudi.




Termasuk didalamnya Perka lahan yang sudah ditandatangani. Rudi mengatakan minggu depan sudah mulai dilaksanakan di Batam. Minimal ruangan sudah disiapkan di MPP.

"Saya sudah bilang Pak Haris, asetnya Provinsi Riau kita minta serahkan ke kita," ujarnya.

Sehingga 2023 mendatang pihaknya tidak memperpanjang kontrak, dan langsung diambil alih. Seperti merenovasi Mal Pelayanan Publik.

TERUNGKAP! 957 Pejabat Kepri Belum Laporkan Harta Kekayaannya ke KPK, Siapa Saja?

Batam Cocok Jadi Pemikat Investor, KPK Dukung Investasi Yang Bersih

"Sekarang mal itu setengah-setengah. Hanya satu lantai itu aja. Orangkan bingung," tuturnya.

Di tempat yang sama Koordinator Wilayah II Sumatera Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdul Haris mengatakan pihaknya membahas terkait dengan pengolahan lahan dan perizinan. Jangan sampai banyak lahan tidur di Batam ini.

"BP Batam ini se-optimal mungkin menarik investor untuk berinvestasi di sini dan juga memanfaatkan lahan-lahan yang sudah ada," kata Abdul.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved