Jaga Pasokan Gas Konsumen di Batam, PGN Lakukan Pemeliharaan Rutin pada Jalur Distribusi

Berkomitmen penuhi pasokan gas kepada konsumen, Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam melakukan pemeliharaan rutin mulai dari titik transmisi

Jaga Pasokan Gas Konsumen di Batam, PGN Lakukan Pemeliharaan Rutin pada Jalur Distribusi
tribunnews batam/istimewa
Proses penanaman pipa gas PGN di wilayah Indonesia. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berkomitmen penuhi pasokan gas kepada konsumen, Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam melakukan pemeliharaan rutin mulai dari titik transmisi.

Sales Area Head PGN Batam Wendi Purwanto mengatakan, sumber yang mendukung pasokan Kota Batam adalah sumur Conocophillips Indonesia, Petro China International Jabung yang ada di Sumatera Selatan, dan Jambi Merang.

Dari setiap sumur itu lalu ditransmisi ke jalur distribusi konsumen yang ada di Batam.

"Untuk pasokan gas, kita ada beberapa sumur dari Conoco Philip, Jambi Merang, Petro China dan mereka punya jadwal maintenance berbeda-beda," ujarnya, Selasa (25/2/2020).






Ia melanjutkan, aspek dari penjagaan pasokan gas di Batam tidak hanya sebatas di sumur semata. Proses lainnya juga terus diperhatikan, seperti pada sisi transmisi. Perihal ini sudah terjadwal, dan hingga pemberitahuan kepada pelanggan ketika terjadi persoalan di lapangan.

"Di Batam ada juga yang bertanggung jawab terhadap transmisi. Pada saat transmisi melakukan pemeliharaan kita akan turun semua. Itu pun perawatan sudah terjadwal. Kita gak mendadak, lalu tiba-tiba pelanggan harus menurunkan (konsumsi). Kita infokan dulu dan sampaikan ke pelanggan dan disiapkan pada waktu yang ditentukan. Jadi setahun sebelumnya sudah diinfokan," terangnya.

PGN Jaga Ketahanan Pasokan Gas di Jawa Timur, Ini Langkah yang Dilakukan

Perluas Bisnis LNG di China, PGN Kerjasama dengan WnD (Liaoning) Heavy Industry

Lanjutnya, informasi ke pelanggan adalah hal yang penting. Sehingga PGN bisa menyampaikan ke pelanggan-pelanggan sesuai waktu yang telah ditentukan, itu semua agar sesuai dengan pasokan yang tersedia.

"Perihal maintenance transmission ini tidak setiap setahunnya selalu ada. Biasanya periode delapan tahunan dalam pemeliharaan transmisi. Kalau sumur setiap tahunnya ada maintenance, tapi itu bisa di-backup karena kita ada 3 sumur," lanjutnya.

"Tapi kalau maintenance major itu biasanya di atas 5 tahun. Biasanya 8 sampai 10 tahun baru ada. Tahun lalukan 2019 itu ada, waktu ribut-ribut di PLN. Setelah sebelumnya di 2010," sambungnya.

Tak hanya mengenai source dan transmisi. Hal lainnya dari sisi jaringan PGN juga turut rutin mengadakan patroli ke lapangan dalam memastikan jaringan distribusi berjalan lancar seperti memerika adanya kebocoran, memastikan tekanan sesuai permintaan, hingga pengecekan akurasi meter.

"Dari sisi jaringan kita juga rutin memeriksa kebocoran, memastikan tekanan sesuai permintaan, terus akurasi meter dan alat pendukung lain," ungkapnya.

Terakhir dari sisi kehandalan, dijelaskan Wendi ada tim khusus operasional sales yang akan terus berkomunikasi dengan pelanggan untuk menjaga kehandalan peralatan konsumen.

"Dalam menjaga kehandalan peralatan mereka ini mungkin lebih kepada sisi responsibility kita saja," tutupnya.

(TribunBatam.id/ardananasution)

Penulis: Ardana Nasution
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved