MENGHARUKAN, Suami Meninggal Saat Mandikan Jenazah Istrinya, 6 Bocah Jadi Yatim Piatu

Adalah Siti Haryati, seorang istri yang meninggal karena hipertensi seperti dilansir dari Tribun Kaltim dalam artikel 'Kedua Orangtua Meninggal,Warga

MENGHARUKAN, Suami Meninggal Saat Mandikan Jenazah Istrinya, 6 Bocah Jadi Yatim Piatu
(Faceboo Yuni Rusmini)
Sejumlah masyarakat hingga kepolisian berbondong-bondong mendatangi rumah duka yang terletak di RT 20, kelurahan Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan 

TRIBUNBATAM.id - Enam anak harus menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal hanya berselang beberapa jam saja.

Sang suami wafat saat jenazah istrinya dimandikan.

Berikut kronologi seorang suami yang mendadak meninggal dunia saat jenazah istrinya sedang dimandikan.

Sukses Bawa Persijap Jepara, Sahala Saragih Targetkan 757 Kepri Jaya FC Tembus Liga 2

Totok Cekik dan Banting Ibu Mertuanya Hingga Tewas, Kemudian Bawa Kabur ATM, Perhiasan Hingga HP

Prediksi Real Madrid vs Man City Liga Champions Malam Ini, Line Up, H2H dan Prediksi Skor

Menurut penuturan dari kerabat pasutri tersebut, keduanya meninggal dunia karena hipertensi alias tekanan darah tinggi.

Sementara itu, keenam anak mereka kini harus hidup yatim piatu dan dalam kondisi memprihatinkan.

 

Sebelumnya, diketahui Siti Haryati warga Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan baru saja melahirkan anak keenamnya.

Ia menghembuskan nafas terakhir ketika anak bungsunya baru berusia satu bulan pada Minggu (23/2/2020).

Sejumlah masyarakat hingga kepolisian berbondong-bondong mendatangi rumah duka yang terletak di RT 20, kelurahan Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan.
Sejumlah masyarakat hingga kepolisian berbondong-bondong mendatangi rumah duka yang terletak di RT 20, kelurahan Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan. (TribunKaltim.CO/Zainul)

Sementara itu, ibu Siti Haryati, Wa Ode Rusdiana (52) menceritakan kronologi bagaimana anaknya dan suaminya meninggal dunia.

Setelah melahirkan anak keenamnya, Siti Haryati rupanya kerap kali mengalami ketidakstabilan tensi darah.

Hal itulah menjadi awal mula penyakit Siti Haryanti hingga akhirnya merenggang nyawa pada Minggu sekira pukul 10:00 Wita.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved