VIRUS CORONA

JIKA Bahan Baku Kosong Sampai Akhir Februari, Sejumlah Perusahaan di Batam Bakal Rumahkan Karyawan

Kadisnaker Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, jika bahan baku kosong hingga akhir Februari 2020, maka sejumlah perusahaan terpaksa rumahkan karyawan.

JIKA Bahan Baku Kosong Sampai Akhir Februari, Sejumlah Perusahaan di Batam Bakal Rumahkan Karyawan
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti 

JIKA Bahan Baku Kosong Sampai Akhir Februari, Sejumlah Perusahaan di Batam Bakal Rumahkan Karyawan  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, jika bahan baku kosong hingga akhir Februari 2020, maka sejumlah perusahaan yang ada di Batam terpaksa merumahkan karyawannya.

Memang, kata dia, hingga saat ini pihaknya belum ada menerima laporan pengaduan PHK karyawan.

Namun, sejumlah perusahaan dikabarkan telah mengalami kekosongan suplai barang dari negara Cina.

Jadi ada karyawan yang terancam dirumahkan dan bahkan PHK.

"Ada teman-teman perusahaan menyampaikan ke saya, kalau dirumahkan gaji tidak dibayar apa bisa. Saya jawab tidak boleh, perusahaan harus ikuti peraturan yang ada," katanya.

Menurut Rudi, tidak adanya bahan baku ini karena tidak ada transportasi dari China. Semua ditutup setelah virus corona tersebar ke mana-mana.

Jadi ketika perusahaan tidak lagi beroperasi, dan karyawan tidak ada yang mau dikerjakan.

Pendapatan Taksi Online Batam Ikut Terdampak Virus Corona, Ojik: Sekarang Rp 300 Ribu Aja Susah

Karyawan bisa dirumahkan sembari menunggu dampak corona virus berangsur angsur membaik sehingga akses transportasi ke China berjalan normal.

Namun untuk gaji karyawan, perusahaan harus tetap membayar gaji sesuai basic yang berlaku.

"Jika kondisi ini terus terjadi, maka dikhawatirkan banyak perusahaan merumahkan karyawannya karena tidak ada kegiatan produksi," ujarnya.

Bahkan, kata Rudi, ada salah satu perusahaan rokok yang tidak lagi beroperasi akibat pekerjanya masih berada di China.

"Tenaga ahli yang mengendalikan mesin produksi masih di China, belum bisa kembali ke Indonesia. Akibatnya perusahaan tidak berjalan, imbasnya karyawan yang lainnya tidak bekerja," katanya.

Masih ada ratusan WNA Cina yang bekerja di Batam belum kembali.

Jadi waktu perayaan Imlek banyak di antara mereka yang pulang, hanya ada 45 yang tercatat kembali ke Batam sebelum China menutup akses. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved