Rabu, 29 April 2026

TRIBUN WIKI

Maju di Pilwako Batam Jalur Independen di Usia Muda, Ini Profil Rian Ernest

Berkas dukungannya sempat dikembalikan KPU, Nakal Calon Wali Kota Batam Rian Ernest berhasil kumpulkan syarat dukungan minimal

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bakal calon Walikota Batam 2020 jalur independen, Rian Ernest 

TRIBUNBATAM.id - Nasib bakal Calon Wali Kota Batam, Rian Ernest -Yusiani Gurusinga beberapa waktu lalu sempat diombang-ambing.   

Pasalnya, pasangan calon yang maju melalui jalur perseorangan ini sempat mengalami kendala dengan dikembalikannya berkas dukungan sebagai syarat untuk maju ke Pilwako Batam.

Pria yang kerap mengenakan kemeja biru ini mengaku syok dengan dikembalilkannya berkas tersebut.

Ia bersama timnya kemudian harus bekerja keras untuk melengkapi kekurangan berkas yang dibutuhkan.

"Kami punya banyak tim, jumlahnya ada puluhan. Begitu jam 04:00 WIB, Minggu (23/2/2020) kami diberikan informasi kalau ada kekurangan 700 KTP. Saya sedang tak di tempat, dan dapat laporan itu langsung bergegas bekerja lagi," ujar Rian.

Rian menganalogikan kisah membenahi arsip dalam semalam seperti dongeng terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Jawa Barat.

"Print lagi, tanda tangan lagi, fotocopy lagi. Jadi ini ibaratnya seperti cerita Tangkuban Perahu di Jawa Barat, langsung jadi dalam semalam suntuk, kami semua bekerja," kenangnya.

Usaha Rian Ernest tak sia-sia, kini berkas dukungannya telah diterima oleh KPU, Sehingga ia bisa maju ke tahap selanjutnya.

PROFIL SINGKAT

Rian Ernest adalah politikus muda yang dikenal sebagai mantan staf ahli hukum gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dulunya, dia bekerja di kantor Ahok sejak Januari 2015.

Pria bernama lengkap Rian Ernest Tanudjaja ini adalah putra dari pasangan Jörg Cichosz dan almarhum Levi Mulyati Tanudjaja.

Ia lahir di Jerman, 24 Oktober 1987, tepatnya di kota Berlin Barat.

Ayahnya orang Jerman dan ibunya orang Indonesia dari etnis Tionghoa.

Mengutip PSI, orangtua Rian bertemu saat ibunya menempuh studi arsitektur di Jerman Barat pada 80-an.

Sayangnya usia pernikahan orangtuanya Rian tidak lama.

Setelah resmi berpisah, ibunya memboyong Rian yang saat itu berusia 3 tahun dan adiknya kembali ke Indonesia.

Di Indonesia Rian, ibu, dan adiknya tinggal di rumah kakek dan neneknya di kota Bekasi

Pada Pemilu 2019 lalu, Rian Ernest merupakan Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk DPR RI yang diusung oleh Partai Solidaritas Indonesia dari daerah pemilihan DKI Jakarta I (meliputi Kota Administrasi Jakarta Timur).

RIWAYAT PENDIDIKAN

Rian Ernest memulai pendidikan dasar di SD Maria Fransiska, Bekasi dan lulus pada tahun 1999.

Ia kemudian melanjutkan ke SMP Marsudirini Bekasi dan lulus 2002.

Pada jenjang Sekolah mengengah atas, ia memilih melanjutkan di SMAN 82 Jakarta dan lulus pada 2005.

Pada saat lulus SMP dan akan melanjutkan ke SMA, pria berkepala plontos ini mengaku sempat ingin jadi pastur.

Setelah lulus SMA, ia mengambil jurusan Hukum Bisnis di Fakultas Hukum UI.

Penghasilan ibunya yang tidak menentu mendorong Rian mencari uang tambahan dengan menjadi model majalah dan catwalk.

Dari pekerjaan itu, Rian dapat mengumpulkan uang untuk keperluan sehari-hari dan sekolahnya.

Ia semakin mempelajari pelajaran yang sangat ia sukai, yaitu pelajaran Tata Negara.

Pelajaran ini membuka wawasannya tentang berbagai lembaga negara, fungsi dan wewenangnya, serta pentingnya berbagai lembaga itu dalam menentukan maju mundurnya suatu negara dan rakyatnya.

Karena ketertarikannya itu, Rian mantap memilih Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI).

Dengan ketekunan belajar, Rian berhasil meraih cita-citanya: ia diterima di FHUI pada 2005.

Ia mengaku saat masuk bangku kuliah pernah memiliki cita-cita ingin jadi jaksa.

"Masuk hukum UI saya mau jadi jaksa. Hati saya inginnya buat masyarakat." cerita Rian dikutip dari Tribunnews.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya sebagai staf ahli hukum bagi Basuki Tjahaja Purnama, ia meneruskan pendidikan di Master Public Administration di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura, dengan beasiswa penuh.

KARIER

Rian pernah ikut serta dalam tim transisi Presiden-Wakil Presiden Terpilih 2014

Tugasnya adalah menyeleksi berbagai masukan dan rekomendasi orang-orang terpilih untuk menjadi pendamping Presiden Joko Widodo dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, ia juga mensinkronkan kebijakan dalam bidang pendidikan agar sesuai dengan janji kampanye.

Tahun 2011-2012, Ia bergabung dengan Indonesia Mengajar menjadi wali kelas 5 dengan 28 murid di wilayah terpencil Indonesia.

Ia pernah bekerja pada Firma Hukum Melidarsa & Co pada 2009-2013 sebagai Junior Associate.

Tahun 2013-2015, ia bekerja di Firma Hukum Hadiputranto Hadinoto & Partner pada 2013-2015 sebagai Mid-Level Associate.

KELUARGA

Pada tahun 2016, Rian menikah dengan Nurul NHW Luntungan.

Mereka menikah secara beda agama di Hong Kong.

AGAMA

Kristen Protestan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved