VIRUS CORONA

Pendapatan Taksi Online Batam Ikut Terdampak Virus Corona, Ojik: Sekarang Rp 300 Ribu Aja Susah

Ojik, seorang driver taksi online Batam mengakui penurunan jumlah tamu yang berkunjung ke Batam semenjak adanya penyebaran virus corona.

Pendapatan Taksi Online Batam Ikut Terdampak Virus Corona, Ojik: Sekarang Rp 300 Ribu Aja Susah
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
Taksi Online di Batam 

Pendapatan Taksi Online Batam Ikut Terdampak Virus Corona, Ojik: Sekarang Rp 300 Ribu Aja Susah

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Akibat virus corona, beberapa sektor ekonomi di Batam, Kepulauan Riau mulai merasakan dampak langsung.

Salah satu sektor yang mengalami guncangan hebat ialah sektor pariwisata yang beberapa tahun belakangan digalakkan oleh Pemko Batam dan telah diklaim berhasil menduduki posisi kunjungan terbanyak ke dua setelah Bali.

Ojik, seorang driver taksi online yang mencari nafkah menggunakan aplikasi dalam jaringan (daring) atau online mengakui penurunan jumlah tamu yang berkunjung ke Batam

"Sangat merasakan dampak tersebut dikarenakan WNA dari luar khususnya Singapura udah jarang masuk," keluh Ojik, Kamis (27/2/2020)

Menurut Ojik, penurunan tersebut hampir mencapai 60 persen 

"Biasanya pendapatan Rp 300 ribu sampai Rp 800 ribu sehari bang," ujarnya.

DIHANTAM Corona, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Internasional Sekupang Batam Capai Titik Terendah

Ojik mengatakan, untuk saat ini jangankan untuk mendapatkan Rp 800 ribu perhari mendapatkan Rp 300 ribu perhari saja sudah sangat susah.

Driver Online aplikasi daring itu berharap pemerintah baik itu daerah maupun sampai Pemerintah pusat bisa melakukan penanganan dan memberikan solusi agar hal ini tidak berlarut-larut dan akan berimbas kepada rakyat kecil seperti dirinya.

Terpisah dikonfirmasi kepada Iwan Suprajitno General Manager Nongsapura Ferry terminal terkait kedatangan WNA Melalui pelabuhan yang dikelola oleh pihaknya yang digunakan untuk men-support tempat wisata, hotel dan resort di kawasan Nongsa, ia menyatakan bahwa penurunan kedatangan melalui pelabuhan tersebut menurun drastis.

Menurut Iwan penurunan tersebut mulai terjadi saat Pemerintah Singapura mulai menaikkan status kewaspadaan menjadi orange dan hal tersebut cukup berefek pada kedatangan WNA Singapura ke Batam.

"Penurunan WNA yang datang melalui Nongsapura sekitar 60 persen ," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved