BATAM TERKINI

Perusak Hutan Lindung di Batam Harus Dipenjara, Jumaga: Itu Kejahatan Luar Biasa

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menegaskan, pelaku perusak lingkungan hidup merupakan kejahatan luar biasa extraordinary crime.

Perusak Hutan Lindung di Batam Harus Dipenjara,  Jumaga: Itu Kejahatan Luar Biasa
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaha Nadeak. 

Perusak Hutan Lindung di Batam Harus Dipenjara,  Jumaga: Itu Kejahatan Luar Biasa

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menegaskan, pelaku perusak lingkungan hidup merupakan kejahatan luar biasa extraordinary crime.

"Hutan adalah salah satu sumber kehidupan orang banyak. Kok malah dirusak. Ia, ditangkap saja itu semua. Ini masalah hidup orang banyak loh. Kalau rusak hutan lindung, dari mana lagi sumber udara segar kita. Mau sakit-sakitan," katanya, Kamis (27/2/2020).

Jumaga juga meminta agar pemerintah dan stakeholder terkait mendeteksi dini kerusakan lingkungan hidup di Batam.

Batam terbilang tidak seluas pulau Sumatera atau Kalimantan.

Kegiatan bahkan sudah di depan mata, namun seakan dibiarkan begitu saja.

SULAP Hutan Lindung Jadi Kaveling Bodong, Komisaris PT PMB Terancam Pidana 10 Tahun Penjara

"Itu lah kadang-kadang. Nah kita minta keseriusan untuk menangani ini. Kita apresiasi Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup yang telah bertindak untuk ini. Batam ini pulau kecil kok tidak tahu apa memang apa tahu atau? Kita minta semua harus dirazia kerusakan lingkungan hidup. Jangan sampai rusak lagi. Kalau yang sudah rusak lakukan reboisasi agar tumbuh kembalim jangan malah disulap jadi KSB," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa lingkungan hidup di Batam rusak akibat ulah manusia. Belakangan ini, ada dua petinggi PT Prima Makmur Batam (PMB) di kawasan Punggur, Kecamatan Nongsa, Kota Batam ditangkap Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup. (TRIBUNBATAM.id/ Leo Halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved