Totok Sembunyikan Barang Bukti Usai Bunuh Mertuanya, Sempat Pel Rumah Seolah Tidak Ada Kejadian

Dalam penyidikan itupun terungkap sejumlah fakta terkait aksi kejam menantu terhadap mertuanya sendiri di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo t

Totok Sembunyikan Barang Bukti Usai Bunuh Mertuanya, Sempat Pel Rumah Seolah Tidak Ada Kejadian
SURYA.co.id/M Taufik
Kronologi menantu bunuh ibu mertua di Sidoarjo ditangkap. Setelah penangkapan, terungkap siasat licik seusai pembunuhan untuk menghilangkan jejak. 

SIDOARJO, TRIBUNBATAM.id - Pelaku pembunuhan Ibu Mertua ternyata sempat membersihakan rumah mertua usai melakukan pembunuhan.

Totok Dwi Prasetyo nekat membunuh ibu mertuanya karena marah tidak dipinjamkan uang Rp 3 Juta.

Uang itu rencananya akan di gunakan untuk menebus Ijazah sang istri.

Tim Pegolf Senior Pekanbaru Rebut Piala Gubernur di Turnamen 4th Batam Senior Golf Challenge

Bikin Ngakak, Jawaban Sekda DKI Ditanya soal Banjir Jakarta Oleh Najwa : Bukan Urusan Kita Lagi

Sejarah dan Kondisi Geografis Perairan Anambas, Lokasi Tangki Speedboat Terbakar

Pemeriksaan terhadap Totok Dwi Prasetyo yang membunuh Siti Fadilah, ibu mertuanya sendiri, masih terus berlangsung di Polresta Sidoarjo.

Dalam penyidikan itupun terungkap sejumlah fakta terkait aksi kejam menantu terhadap mertuanya sendiri di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo tersebut.

Termasuk upaya pria 25 tahun yang tinggal di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo tersebut untuk menyembunyikan perbuatan jahatnya.

Sebelum meninggalkan rumah korban, Totok sempat membersikan bercak darah korban yang tercecer di lantai menggunakan air dan kain pel.

Dia juga mengambil pecahan miniatur kapal yang terdapat noda darah korban dan memasukkannya ke dalam tas ransel warna coklat yang dibawanya. Itu dilakukan untuk menghilangkan barang bukti.

Saat kabur, pelaku juga mengunci pintu rumah dari luar. Lalu dia kabur menggunakan sepeda motor honda Beat warna merah putih W-6203-UE.

Ketika melintas di jembatan layang Masangan Wetan Sukodono, tersangka membuang kunci rumah mertuanya itu ke semak-semak. Lalu dia menuju rumah orang tuanya untuk menyimpan tas ransel tersebut.

"Setelah tertangkap, pelaku terus dimintai keterangan penyidik. Sementara ini, dia dijerat pasal 338 dan 365 KUHP," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji.

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved