Selasa, 21 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Buruan Datang ke Batam dan Tanjungpinang, Maskapai Penerbangan Kasih Diskon 50 Persen

Buralimar bilang, dengan pemberlakuan diskon 50 persen ini, diharapkan dapat menggairahkan kembali penginapan hotel, restoran serta sektor ril lainnya

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/Roma
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Buralimar 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyampaikan ada sepuluh destinasi wisata di Indonesia yang mendapat diskon maskapai penerbangan hingga 50 persen.

Sepuluh destinasi tersebut seperti Bali, Malang, Yogyakarta, Labuhan Bajo, dan Lombok, Manado, Silangit, Tanjung Pandan.

"Kalau di Kepri termasuk Batam, dan Tanjung Pinang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Jumat (28/2/2020).

Pemberlakuan ini akan dimulai pada Maret hingga Mei 2020 mendatang.






"Alhamdulillah untuk di Kepri kita dapat dua kota. Mudah-mudahan jadi salah satu cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, bisa membawa angin segar bagi pariwisata Kepri," ujarnya.

Disampaikannya, dengan pemberlakuan diskon 50 persen ini, diharapkan dapat menggairahkan kembali penginapan hotel, restoran serta sektor ril lainnya.

"Tentunya bisa berpengaruh juga kepada kuliner kita, dan wisatawan yang berbelanja berbagai produk," ucapnya.

KABAR GEMBIRA! Penerbangan ke Batam Diskon hingga 50 Persen, Berlaku Mulai 1 Maret

Akibat Corona Tiket Pesawat Diskon 50 Persen Mulai 1 Maret, Maskapai Tunggu Payung Hukum

Penerbangan ke Batam Bakal Didiskon hingga 50 Persen, Berlaku Mulai 1 Maret

Menindaklanjuti sepinya sektor wisata yang terdampak virus corona, pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk memberi intensif sebesar 50 persen untuk tiket penerbangan di 10 destinasi wisata di Indonesia termasuk ke Batam.

Insentif itu diberikan untuk menggenjot sektor pariwisata di tengah epidemi Virus Corona (Covid-19) di dunia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, 10 destinasi tersebut adalah Bali, Malang, Yogyakarta, Labuhan Bajo, dan Lombok.

Selain itu, ada juga tujuan Batam, Manado, Silangit, Tanjung Pinang dan Tanjung Pandan.

"Telah diputuskan diperoleh diskon sebanyak 50 persen di 10 destinasi wisata selama tiga bulan ke depan," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (25/2/2020).

Budi mengatakan, intensif yang diberikan kepada maskapai penerbangan diperkirakan mencapai Rp 860 miliar.

Rinciannya, pemerintah menggelontorkan anggaran hingga Rp 500 miliar untuk sektor pariwisata.

Selanjutnya, pihak Angkasa Pura 1 dan Angkasa Pura 2 menggelontorkan dana sekitar Rp260 miliar. Kemudian, pihak Airnav Rp100 miliar.

Budi mengatakan, diskon tiket yang diberikan mencapai 50 persen. Artinya, jumlah tersebut meningkat 20 persen dibanding rencana awal yaitu 30 persen.

"Kan 30 persen karena diskon tambahan dari Pertamina dan Angkasa Pura menjadi 50 persen," jelasnya.

Budi menjelaskan, bentuk bantuan yang diberikan Pertamina yakni bantuan berupa diskon harga avtur.

Selanjutnya, Angkasa Pura 1 dan Angkasa Pura 2 memberikan diskon seperti bea Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).

Budi menambahkan, kebijakan tersebut akan disosialisasikan pada pihak maskapai penerbangan pada Rabu (26/2/2020).

Ia menyebut, kebijakan itu akan efektif dimulai pada awal Maret 2020.

"Kita akan bahas, kita harapkan tanggal 1 maret," jelas Budi.

(*)

Kadispar Kepri: Jika Hotel Tidak Tutup Tidak Ada PHK

Pemerintah pusat berencana akan mensubsidi daerah penyumbang wisman, melalui insentif, senilai Rp 298 miliar.

Dana itu disiapkan untuk diskon transportasi dan lainnya.

Keputusan diambil, bersamaan dengan pembebasan pajak hotel dan restoran, untuk 33 daerah, dengan total subsidi Rp 3,3 triliun, di 10 destinasi wisata prioritas.

Namun dari Kepri, yang akan menerima subsidi, Batam dan Bintan.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Buralimar mengatakan sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat itu.

Ia mengharapkan insentif itu nantinya agar objek pariwisata bisa bergairah lagi. Sehingga hotel tidak tutup tidak ada PHK dan lain sebagainya.

"Saya berharap kebijakan pemerintah pusat itu, akan mengurangi potensi hotel dan restoran tutup. Ini terkait tenaga kerja juga. Sehingga tidak terjadi PHK," ujar Buralimar saat dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Ia mengatakan kebijakan yang diumumkan Kementerian Pariwisata, akan berlaku selama enam dan dimulai sejak Maret 2020 ini. Menurutnya kebijakan yang diambil pusat, untuk membangkitkan iklim pariwisata yang terpukul akibat virus corona.

"Pengaruh ke PAD Batam dan Bintan, sangat besar. Sektor pariwisata untuk PAD Bintan lebih 50 persen. Untuk Batam, kalau tidak salah, 20 sampai 30 persen dari sektor pariwisata," kata Buralimar.

Sehingga, untuk penghapusan pajak restoran dan hotel diakui, akan sangat besar bagi PAD. Sehingga, jika kebijakan pemerintah pusat diikuti dengan pemberian bantuan anggaran ke daerah, Buralimar menilai baik.

"Kalau dibantu subsidi, itu akan membantu daerah. Tapi jelas dulu, subsidinya orang atau anggaran," ujar Buralimar.

Ia mengakui selama ini insentif untuk mendorong wisman masuk pintu Indonesia, melalui subsidi tiket dengan sistem paket. Untuk paket subsidi tiket, dilakukan dengan menggandeng pelaku usaha, seperti hotel, restoran, spa dan lain sebagainya.

"Ini kita harapkan tetap dipertahankan tahun ini. Jadi bisa subsidi orang atau subsidi hotel dengan penghapusan atau pengurangan pajak hotel, dengan jangka waktu tertentu," katanya.

Namun apapun kebijakan pemerintah pusat, diharapkan Buralimar, dapat membantu industri pariwisata bisa turun. Diharapkan juga agar program hot deal bisa dilanjutkan tahun ini.

"Kita harapkan, wisman terbantu dan daerah juga dibantu pusat. Sehingga, APBD normal," terangnya.

Ia mengharapkan, pemerintah juga berharap agar perhatian pemerintah pusat untuk pariwisata tidak hanya Batam dan Bintan. Apalagi pintu masuk wisman di Kepri ada 4, yakni Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.

"Jadi kita harapkan, yang disubsidi jangan hanya Batam Bintan. Tapi juga Karimun dan Tanjungpinang. Disanapun sepi juga," harapnya.

Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, pihaknya juga akan menyurati Kementerian Pariwsata, terkait Tanjungpinang dan Karimun.

"Kita akan meminta pusat untuk meninjau, agar tidak hanya Batam-Bintan saja di Kepri," beber dia mengakhiri.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan agar insentif pariwisata, lebih pada program. Salah satunya, insentif bagi wisatawan, berupa hot deals yang tahun lalu sudah berjalan. Dimana, wisman diberikan diskon tiket, pada hari-hari wisatawan sepi. Seperti Senin sampai Kamis.

"Belum tahu detailnya kebijakan pusat. Namun kita harapkan, insentif berupat program hot deal yang diberikan, seperti sebelumnya. Itu program bisa menarik wisman," ujarnya.

(Tribunbatam.id/endrakaputra/*Roma Uly Sianturi)

*Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mulai 1 Maret, Pemerintah Beri Diskon 50 Persen Harga Tiket Penerbangan ke 10 Destinasi Wisata

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved