Breaking News:

Wanita Penjual Tuak Dianiaya Preman, Pelaku Marah Karena Korban Tak Mau Kasih Jatah Preman

Sikap garang Jasman Dolok Saribu alias Galiong (26) warga Jalan Gereja Nias, Gang Bawal, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datukbandar, Kota Tanjungbalai

Editor: Eko Setiawan
Ist-Polsek Datuk Bandar
Jasman Dolok Saribu (tangan terborgol) ditangkap petugas Polsek Datuk Bandar, karena menganiaya Rismawati lantaran tak memberi uang preman sebesar Rp 100 ribu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TANJUNGBALAI, TRIBUNBATAM.id - Dua pemuda ditangkap polisi setelah menganiaya wanita penjual tuak.

Aksi penganiayaan tersebut dilakukan pelaku lantaran korban tidak mau memberi jatah preman.

Sikap garang Jasman Dolok Saribu alias Galiong (26) warga Jalan Gereja Nias, Gang Bawal, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datukbandar, Kota Tanjungbalai yang biasa ia peragakan kepada warga, kini tak terlihat lagi.

Dikembalikan ke Polri, Kompol Rossa Ajukan Banding ke Presiden Joko Widodo

Cerita Tetangga Kos, Sebelum Ditemukan Tewas, Gadis Pemandu Lagu Sempat Cekcok Dengan Pria

Wanita Cantik Pemandu Lagu Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Diduga Korban Pembunuhan

Jasman lebih banyak tertunduk saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Datuk Bandar.

Korban, Rismawati mengaku dianiaya oleh Jasman di tempat usaha kedai tuak miliknya.

Penganiayaan itu dilatari korban menolak memberikan uang keamanan sebesar Rp 100 ribu kepada tersangka.

"Tersangka kami tangkap pada Kamis, jam 10 pagi di rumahnya," kata Kapolsek Datuk Bandar, AKP Dedi Endriadi, Jumat (28/2/2020).

Dedi menambahkan, berdasarkan keterangan tersangka, penganiayaan ia lakukan lantaran korban menolak permintaaannya.

Hal itu membuat tersangka emosi dan langsung memukul meja.

Isdianto Batal Jadi Pendamping Soerya Respationo di Pilgub Kepri 2020, Ini Respon Kedua Kubu

Sumedang Dilanda Banjir Bandang, Belasan Rumah Langsung Terendam Banjir

Tak sampai di situ Jasman juga menjambak rambut korban serta membenturkan kepala korban ke tiang kayu yang ada di tempat usaha Rismawati.

"Tersangka bahkan menarik tangan kiri korban dan memelintirnya hingga korban merasa kesakitan. Korban juga menderita luka di kening, luka lecet di tangan kiri dan telapak tangannya memar," ungkapnya.

Usai menganiaya korban hingga terluka, tersangka lantas pergi meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Dedi menjelaskan perbuatan tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (1) KUHPi tentang Penganiayaan.

"Sudah kami tahan terhitung hari ini (Jumat) 28 Februari 2020," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Penganiaya Perempuan Pemilik Kedai Tuak Ditangkap Polisi, Dipicu Korban Menolak Beri Uang Preman

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved