Jumat, 1 Mei 2026

PILKADA BATAM

DPC PKS Menanti Rekomendasi Nama dari DPP untuk Pilwako Batam

Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS terkait nama yang diusung dalam Pilwako Batam.

Tayang:
Istimewa
Logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pengurus PKS di Batam menanti rekomendasi nama termasuk arah koalisi dalam Pilwako Batam. 

BATAM,TRIBUNBATAM.id - Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS terkait nama yang diusung dalam Pemilihan Wali kota (Pilwako) Batam.

Ketua PKS Kota Batam, Syarifuddin Fauzi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan rekomendasi atau putusan DPP PKS terkait siapa calon yang akan di dukung dan partai yang akan di ajak koalisi untuk Pilwako Batam nantinya.

Fauzi menyebutkan bahwa pihaknya saat ini menjelaskan tugasnya yaitu berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk Pilkada Batam.

"Tugas kami di daerah berkomunikasi dengan calon dan parpol. Hal itu sudah kami lakukan," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Minggu (1/3/2020).

Pihaknya akan patuh dengan keputusan, jika DPP sudah mengeluarkan keputusan terkait dukungan untuk nama yang direkomendasikan untuk maju pada Pilwako Batam, termasuk arah koalisi.

"Jika Surat Keputusan (SK) sudah diterbitkan DPP, maka tidak ada alasan bagi kami untuk menunda pengumuman siapa calonnya partai apa saja koalisinya," ujarnya.

Seperti diketahui, partai politik diwajibkan menyerahkan syarat dukung pasangan calon yang yang akan diusung dalam Pilkada serentak pada 26 Maret 2020.

Hal itu sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan, program dan penyelenggaran pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

Untuk Pilwako Batam, belum ada partai politik di Kota Batam yang mengumumkan bakal calon serta koalisi partai politik.

Intens Komunikasi dengan Nasdem

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kian intens berkomunikasi dengan Partai Nasdem jelang Pemilihan Wali kota (Pilwako) Batam.

Ketua DPC Hanura Kota Batam, Iwan Krisnawan menyabut, komunikasi yang dibangun tidak menutup kemungkinan berujung pada koalisi di Pilkada Batam.

Komunikasi antar dua partai ini begitu sering terlihat, khususnya pada awal 2020.

"Pertemuan Hanura dengan Nasdem bentuknya komunikasi politik. Tidak tertutup kemungkinan bisa saja (koalisi). Karena perolehan kursi Hanura dan Nasdem cukup dan memenuhi syarat 20 persen," ujarnya, Kamis (27/2/2020).

Iwan mengatakan, jika nantinya Hanura dan Nasdem berkoalisi, pihakanya akan mengusung petahana pada Pilkada Batam.

Seperti diketahui, Partai Nasdem merupakan pengusung Wali kota dan Wakil Wali kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Ahmad.

Tidak hanya dua partai politik itu, sejumlah partai politik lain diketahui makin intens melakukan komunikasi untuk menghimpun kekuatan untuk bertarung di pesta demokrasi 5 tahun sekali itu.

Reaksi PKS Soal Banjir Jakarta, Mardani Ali Sera: Mas Anies Nyuwun Sewu

PILKADA BATAM - Golkar Belum Beri Keputusan, Ruslan Ali Wasyim Masih Menunggu dan Irit Komentar

Pasangan Calon Independen Batam

Setelah mengetahui berkas dukungan jalur perseorangan Rian-Yosi kurang 709 lembar, relawan Batam Baru harus bekerja keras melengkapi kekurangan dalam waktu semalaman.

Bakal calon jalur perseorangan Pilwako Batam 2020 Rian-Yosi mengutarakan, tim relawannya harus berjibaku melengkapi berkas dukungan di menit-menit akhir penutupan.

Saat menggelar konferensi pers dengan awak media Batam di G-Coffee, Pasir Putih, Batam Kota, Selasa (25/2/2020) Rian sempat membagikan menit-menit ketegangan yang dia dan tim Batam Baru alami.

"Kami punya banyak tim, jumlahnya ada puluhan. Begitu jam 04:00 WIB, Minggu (23/2/2020) kami diberikan informasi kalau ada kekurangan 700 KTP. Saya sedang tak di tempat, dan dapat laporan itu langsung bergegas bekerja lagi," kata Rian yang mengenakan kemeja biru saat itu.

Rian menganalogikan kisah membenahi arsip dalam semalam seperti dongeng terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Jawa Barat.

"Print lagi, tanda tangan lagi, fotocopy lagi. Jadi ini ibaratnya seperti cerita Tangkuban Perahu di Jawa Barat, langsung jadi dalam semalam suntuk, kami semua bekerja," kenangnya.

Rian menceritakan kejadian Minggu (24/2/2020) itu berlangsung intens dan menegangkan.

Kala Rian mengingat malam itu banyak kejadian yang sangat lucu jika diingat. Mulai dari timnya yang tak saling berbicara karena serius bekerja.

Ditambah lagi printer yang tiba-tiba ikut macet menambah kepanikan, belum lagi kata Rian tempat fotocopy yang menjadi langganan sempat tutup.

"Saking tegangnya suasana malam itu, satu sama lain nggak ada saling ngomong. Printer pun tiba-tiba macet, dan tempat fotokopi yang biasanya buka, malam itu malah tutup. Jadi kami itu benar-benar berjibaku sampai last minute," ujar Rian.

Banyak drama yang Rian alami saat penyerahan berkas dukungan, dia mendeskripsikan bagai drama dari negeri Ginseng yang dia, Yosi, dan timnya alami.

Bahkan, penyerahan berkas Rian dan Yosi benar-benar dilakukan di menit akhir tenggat waktu sebelum penutupan.

"Saya ingat betul, kurang dari 20 menit dari penutupan, semuanya baru selesai di gerbang KPU. Jadi kayak adegan drama Korea yang kejar-kejaran di bandara gitu. Mirip, tapi itu soal cinta, yang ini politik," pungkas Rian.

Syok saat KPU Batam Kembalikan Dokumennya

Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam jalur perseorangan Rian Ernest dan Yusiani Gurusinga mengundang awak media mengikuti konferensi pers di G-Coffee Pasir Putih, Batam Kota, Selasa (25/2/2020), usai diterimanya berkas dukungan oleh KPU.

Mengenakan kemeja biru yang menjadi ciri khasnya, tampak Rian berjalan berdampingan dengan calon wakilnya Yosi yang memakai kerudung berwarna krem dan baju hitam memasuki area konferensi pers.

Di tempat penyelenggaraan sudah terlihat bangku dan meja yang disiapkan untuk konferensi pers.

Tak lama Rian-Yosi duduk di meja yang sengaja disiapkan menghadap ke arah awak media, wartawan pun berdatangan.

Dalam konferensi persnya, Rian mengungkapkan dia sempat terpukul ketika mendengar berita berkas dukungannya yang telah diserahkan Sabtu (23/2/2020) ke KPU Batam harus dikembalikan karena ada kesalahan.

"Saya akui awalnya sempat syok ya. Teman-teman pun syok mendengar kabar itu. Karena kami memang tahu, teknis itu berat jadi pasti ada yang tak lolos, tapi kami tak menyangka kalau angkanya sampai 4.000 yang dianggap tak lengkap. Kami syok," ungkapnya sambil menunjuk kearah Yosi.

Kemudian Rian bercerita kalau tak mau hanyut dan langsung bergerak bersama tim relawan Batam Baru untuk membenahi kembali berkas dokumen dukungan.

"Tapi kami sudah siapkan diri. Kami sudah punya strategi bahwa kita kan sudah punya back up dokumen tanda tangan dan KTP untuk tahap berikutnya," sambung Rian.

Di samping Yosi, bapak anak satu ini pun menceritakan staf relawannya yang hanya tidur beberapa jam harus bekerja lagi untuk membenahi arsip dukungan.

"Jadi saya ingat, teman-teman tidur sekitar 2-3 jam dan saya pikir mereka belum pulang dan mandi semuanya, langsung bekerja lagi, merapikan arsip dan melakukan input ke dalam silon lagi," ujar Rian.

Akui Tak Mudah Lewat Jalur Independen

Bakal Calon Wali Kota Batam Rian Ernest umumkan bahwa dokumen dukungannya telah diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam.

Rian Ernest berpasangan dengan Yusiani Gurusinga memilih jalur independen.

Bila dinyatakan sebagai peserta pemilu, Rian Ernest berpotensi melawan Muhammad Rudi, Lukita Dinarsyah Tuwo, Mustofa Widjaja dan kandidat lainnya.

Pengumuman itu Rian unggah di Instagram pribadinya dini hari Selasa, (25/02/2020).

Postingan itu pun menyebutkan bahwa Rian Ernest yang berpasangan dengan Yusiani Gurusinga telah resmi menyerahkan 48.919 dukungan kepada KPU.

"Akhirnya dokumen independen diterima. Kerja pakai hati, pantang menyerah," tulis Rian di caption postingannya.

Dalam captionnya bapak dari satu anak ini pun mengakui bahwa tak mudah baginya mengikuti jalur perseorangan pada Pilwako Batam.

Maju di Pilwako Batam Jalur Independen di Usia Muda, Ini Profil Rian Ernest

Jalin Komunikasi dengan Sejumlah Parpol dan Organisasi, Mustofa Widjaja Mantap di Pilkada Batam

"Bener gak mudah jalur independen, banyak persyaratan teknis yang jelimet," tukasnya.

Rian menceritakan bahwa dia dan tim relawan Batam Baru telah bekerja keras mengumpulkan dukungan tersebut.

"Setelah full kerja tiga bulan akhirnya membuahkan hasil. Dokumen dukungan calon independen diterima lengkap sebanyak 48.919 lembar dan akan diverifikasi lagi oleh KPU," tambah Rian lagi.

Rian Ernest mengucapkan terima kasihnya kepada KPU, Bawaslu, dan Polresta Barelang sebagai apresiasi.

"Ini baru awal, masih banyak rintangan selanjutnya," tutup Rian.

Kemudian, Selasa (25/02/2020) pagi staff Rian Ernest pun mengundang awak media untuk mengikuti konferensi pers yang akan membahas pengumuman diterimanya dokumen syarat dukungan oleh KPU tadi malam.

Konferensi pers yang akan diadakan di G-Coffee Pasir Putih, pukul 14.00 WIB siang ini.

"Juga mengenai perjuangan tim dan apresiasi kepada KPU, Bawaslu, Polres dan semua pihak yang terkait," ungkap Gishen staff Rian Ernest. (TribunBatam.id/Alamudin/Ardana Nasution)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved