Rabu, 29 April 2026

TRIBUN WIKI

Tidak Hanya Operasi, Berikut Alasan Penderita Bibir Sumbing Jalani Terapi Bicara

Kelainan celah bibir dan langit-langit kerap disebut masyarakat sebagai bibir sumbing tidak hanya diatasi dengan operasi.

|
ist
Operasi bibir Sumbing - Tidak hanya operasi, ini langkah yang dianjurkan penderita bibir sumbing agar bisa berbicara. 

TRIBUNBATAM.id - Kelainan celah bibir dan langit-langit kerap disebut masyarakat sebagai sumbing tidak hanya diatasi dengan operasi.

Setelah bibir dan celah tertutup melalui operasi, maka harus dipastikan tidak ada gangguan dalam berbicara oleh penyandang sumbing.

Pasien harus melakukan serangkaian operasi pendukung dan terapi wicara.

Terapi wicara sangat disarankan diberikan kepada pasien untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun kepercayaan diri.

Terapi dapat dilakukan setidaknya dua minggu setelah operasi apabila pasien dinyatakan sehat dan mampu mengikuti rangkaian terapi, serta mendapat persetujuan  dokter terkait.

Terapis wicara dari RS Harapan Kita, Rita Rahmawati mengatakan, latihan yang diberikan kepada setiap pasien akan berbeda, bergantung kebutuhan pasien.

Namun, pada umumnya terapi wicara dilakukan agar pasien dapat memgembangkan keterampilan artikulasi dan memelajari keterampilan bahasa ekspresif.

Selain itu terapi ini berguna untuk meningkatkan pengucapan huruf dan konsonan dan meningkatkan perbendaharaan kata.

Lamanya terapi akan disesuaikan dengan kemampuan pasien.

Drg Andi Setiawan Budihardja SpBM (K) dari RS Siloam lippo village mengatakan, kasus kelainan celah bibir dan langit-langit mencapai 1:600 kelahiran.

Gangguan celah bibir dan langit-langit bisa disebabkan saat kehamilan karena defisiensi asam folat, gizi buruk, paparan bahan kimia dan radiasi, stres, trauma, dan keturunan.

"Semua golongan ekonomi bisa terkena. Di Indonesia masih sering ditemui karena kalau di luar negeri ketika di USG ditemukan kelainan itu biasanya digugurkan," katanya.

Jika janin terus tumbuh, maka harus dipersiapka  menyambut bayi dengan gangguan celah bibir dan langit-langit.

Selain estetika, anak-anak yang terlahir dengan kondisi celah tidak sempurna akan mengalami kesulitan dalam berbicara walaupun telah melalui serangkaian operasi.

Singgung Bibir Sumbing Joaquin Phoenix, Wendy William Minta Maaf di Twitter

Curug Delimas, Secuil Keindahan di Lereng Gunung Sumbing Magelang

Tindakan operasi tidak akan menjamin pasien langsung dapat berbicara dengan sempurna, karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi.

Misalnya, tipe celah yang dimiliki, usia saat dilakukan operasi, dan latihan bicara oleh terapis wicara pasca-rekonstruksi celah langit-langit mulut (Moller,1990).

Menurut Andi, celah bibir dan langit-langit merupakan kondisi celah antara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan langit-langit pada masa perkembangan janin.

Untuk mengoreksi celah tersebut, operasi adalah tindakan medis paling utama.

Meski begitu, perawatan dan terapi pasca-operasi juga perlu dilakukan agar mampu mencapai tampilan dengan bekas luka minimal dan mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Salah satunya adalah memperbaiki fungsi bicara dengan rangkaian terapi.

Operasi pertama paling sering sudah dilakukan ketika berusia 2 bulan, tergantung berat dan kondisi lain bayi untuk persiapan operasi.

Operasi tidak bisa ditunda-tunda karena banyak hambatan yang mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Masalah bayi sumbing antara lain bayi tidak bisa minum susu dengan baik karena mudah tersedak sehingga masuk paru-paru.

Jika tidak bisa minum susu dengan baik, bayi akan kurang berat badan, terganggu tumbuh kembang dan kecerdasannya.

Selain itu, bayi mengalami gangguan berbicara sampai gangguan psiklogis seiring bertambahnya usia.

Terapi wicara

Orang yang pernah sumbing bila tidak dilakukan terapi wicara dengan benar, walaupun secara estetika 'tidak ada jejak' dari bicaranya terdengar 'khas'. Hal inilah yang membuat ada gangguan sosial.

"Fungsi bicara normal mesti dicapai. Pada pasien jika setelah operasi ada sisa jaringan parut, bibir dan hidung tidak simetris masih bisa menerima," kata Rita.

Melansir Warta Kota, Smile Train Indonesia telah membantu sekitar 85.000 orang Indonesia untuk mendapatkan perawatan celah bibir dan langit secara gratis.

"Smile Train memastikan para dokter bedah, ahli anestesi, perawat, ortodontis, terapis wicara,nutrisionis untuk memberikan perawatan terbaik," ujar Deasy.
Dia  mengajak masyarakat yang menemukan bayi atau anak dengan masalah celah bibir dan langit-langit agar menghubungi Smile Train.

Melalui media sosial, instagram @smiletrainindonesia, twitter @SmileTrainID, facebook smiletrainindonesia atau Yayasan SmileTrain Indonesia di Talavera Office Jakarta Selatan.

Smile Train merupakan badan amal anak international melalui pendekatan berkelanjutan untuk mengatasi masalah tunggal celah bibir dan langit-langit. (Lilis Setianingsih)

Kendala Bicara Penderita celah bibir dan langit-langit:

1. Bahasa, biasanya lebih terlambat mulai dari anak normal lainnya. Hal ini dikaitkan oleh lingkungan dan potensi anak.

2. Suara, sering terdengar sengau (hypernasal) yang disebabkan resonansi berlebihan di rongga hidung dari yang seharusnya pada saat fonasi.

3. Artikulasi, gangguan artikulasi erat dengan bentuk dan fungsi organ artikulasi bibir, lidah, gigi, rahang dan vellum.

Rangkaian Perawatan
* Saat kehamilan dengan USG (pendampingan dan persiapan)
* 0-3 bulan : nutrisi, edukasi perawatan bayi
* 3 bulan : operasi labioplasti dan rhinoplasti
* 1-1.5 tahun : Palatoplasti
* 1.5 - 6 tahun : terapi bicara
* 8 tahun : Alveolar bone graft.
* 8 - 17 tahun : perawatan gigi
* 17 tahun : rhinoplasti (koreksi hidung).
* 21 tahun : Orthognatic (koreksi rahang).(TribunBatam.id/Widi Wahyuningtyas) (WartaKota Live.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunwartakotawiki.com dengan judul Alasan Penyandang Sumbing Harus Lakukan Terapi Wicara, https://wartakotawiki.tribunnews.com/2020/02/03/alasan-penyandang-sumbing-harus-lakukan-terapi-wicara?page=all.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved