TRIBUN WIKI

Kawasan Engku Putri Lokasi Langganan Demo di Batam, Inilah Sejarah Penamaannya

Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam menggelar demo di kawasan Engku Putri Batam.

TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Para buruh bersiap menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Kota Batam, Senin (20/1/2020) 

BURUH yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, kembali turun ke jalan pagi ini Senin (2/3/2020) untuk menggelar aksi demo. 

Massa buruh yang berjumlah ribuan akan berkumpul di depan Kantor DPRD dan Pemko Batam, Jalan Engku Putri, Batam Centre. 

Kawasan Engku Putri sendiri merupakan pusat pemerintahan kota Batam.

Beberapa gedung pemerintahan seperti kantor walikota, kantor DPRD, kantor BP Batam, dan kantor penting lainnya ada di kawasan ini.

Adapun untuk jalan Engku Putri sendiri terbagi menjadi beberapa ruas jalan, yakni jalan Engku Putri, jalan Engku Putri Timur, dan jalan Engku Putri Utara.

Selain itu, kawasan Engku Putri yang terletak di Batam Center ini juga menjadi salah satu pusat kota yang banyak dikunjungi warga.

Hal ini lantaran di kawasan ini terdapat beberapa destinasi wisata urban Batam seperti Monumen Welcome To Batam, Masjid Raya Batam, hingga Dataran Engku Putri yang merupakan alun-alun kota Batam.

Setiap minggu pagi, Dataran Engku Putri Batam Center akan dipenuhi oleh masyarakat yang menghabiskan akhir pekannya untuk jogging.

Sejarah Nama Engku Putri 

Melansir situs resmi Media Center Batam, sejarah mencatat bahwa Engku Putri (Raja Hamidah) adalah putri dari Raja Syahid Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang Yang Dipertuan Muda Riau IV- Yang termasnyur sebagai pahlawan Riau dalam menentang penjajahan VOC/Belanda.

Engku Putri memiliki peran besar dalam pemerintahan Kerajaan Riau.

Selain memegang regalia (alat-alat kebesaran kerajaan), beliau adalah Permaisuri Raja Mahmud Syah Marhum Besar dan tangan kanan Raja Jaafar Yang Dipertuan Muda Riau VI.

Sebagai pemegang regalia kerajaan, ia sangat berperan dalam penabalan (pelantikan) Sultan. Karena, proses penabalan tersebut menggunakan regalia kerajaan.

Untuk mempererat tali silahturahmi antara Kerajaan di Riau, Engku Putri pernah melakukan kunjungan ke beberapa daerah seperti Sukadana, Mempawah (Kalimantan) dan lain-lain.

Putri dari Raja Ali Haji dari istrinya yang bernama Raja Perak binti Yang Dipertua Muda Riau III Daeng Kamboja ini, merupakan istri ke empat yang dipersunting Raja Mahmud Syah pada tahun 1803 M.

Sebagai mas kawin dari suaminya Raja Mahmud Syah Marhum Besar, Engku Putri diberikan Pulau Penyengat sekitar tahun 1801-1802 M.

Awalnya, Pulau Penyengat berfungsi sebagai kubu/benteng yang dipakai Raja Ali Haji dengan Raja Fisabilillah dalam melawan perang dengan Belanda.

Abad ke-19, Pulau tersebut diserahkan ke Engku Putri.

Tokoh ternama Kepri ini mangkat (meninggal) di Pulau Penyengat pada bulan Juli 1884 M.

Makam Engku Putri Permaisuri Raja Mahmud ini terletak di Pulau Penyengat Indera Sakti, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Kini Pulau Penyengkat merupakan salah satu objek wisata yang kini ramai dikunjungi oleh masyarakat baik Kepri maupun turis mancanegara.

Nama Engku Putri akhirnya diabadikan menjadi nama beberapa jalan dan tempat publik di kota Batam.

Daftar Kantor Pemerintahan di jalan Engku Putri

1. Bank Indonesia

2. Kantor Walikota Batam

3. Kantor DPRD Batam

4. Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam

5. Dinas Pariwisata Kota Batam

6. Badan Penanaman Modal Kota Batam

7. Kejaksaan Negeri Batam

8. BPK RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau

Gedung Non Pemerintah

1. Mega Mall

2. Alun-alun Dataran Engku Putri

3. Masjid Raya Batam

4. Monumen Welcome To Batam

Fasilitas Transportasi

Pelabuhan Ferry International Batam Center

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved