Perwira Polisi Berdinas di Brimob Enggan Bayar Utang Hingga Rp 1 Miliar, Kini Masuk Persidangan

Namun sang Brimob tersebut tidak pernah melakukan pembayaran uang yang di pinjamnya itu. Seorang polisi anggita Brimob Polda Sulsel terseret kasus pe

AGUS TRIYANTO/BOLASPORT.COM
Mobil Rantis Brimob 

MAKASAR, TRIBUNBATAM.id - Perwira Polisi yang berdinas di satuan Brimob ini akhirnya menjalani persidangan setelah dilaporkan oleh seorang warga.

Namun sang Brimob tersebut tidak pernah melakukan pembayaran uang yang di pinjamnya itu.

Seorang polisi anggita Brimob Polda Sulsel terseret kasus penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 1 miliar.

Anggota Brimob bernama Iptu Yusuf Purwantoro tersebut, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar.

Pelaku Perampokan Supir Truk Pembawa Jeruk Ditangkap, Pelaku Berpura-pura Jadi Polisi

TERUNGKAP, Mengapa Kebanyakan Kursi Pesawat Berwarna Biru, Ternyata Biar Mudah Membersihkannya

Penumpang Pesawat Nekat Buka Pintu Darurat Saat Berada di Ketinggian 30.000 Kaki

Awalnya, Yusuf meminjam uang RP 1 miliar dengan alasan untuk membayar tunjangan kinerja alias tukin anggota Brimob Polda Sulsel.  

Yusuf Purwantoro, terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 1 miliar, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (4/4/2020).

 

Yusuf seorang anggota kepolisian berpangkat Inspektur Satu (Iptu), dan mantan Bendahara Brimob Polda Sulsel. Korbannya adalah A Wijaya.

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan satu saksi fakta, yaitu A. As'ad.

Saksi yang juga merupakan adik kandung korban, menceritakan awalnya terdakwa meminjam uang satu miliar rupiah kepada korban.

Terdakwa meminjam uang pada 23 Mei 2018 dengan alasan ingin membayar tunjangan kinerja (tukin) anggota Brimob Polda Sulsel.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved