Antisipasi Krisis Air, BP Batam dan ATB Siapkan Alternatif

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Adhya Tirta Batam (ATB) menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman krisis air.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA Dok ATB
Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut, saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. 

Sementara itu untuk lokasi pelanggan yang terdampak rationing, terdampak di 17 lokasi pelanggan. Maria meminta BP Batam turut serta memberikan edukasi hemat air dan sosialisasi secara proaktif.

"Kemudian sosialisasi penggiliran 2 hari off dan 5 hari off. Post rationing, recovery program semua dam pengendalian Ruli. Tembesi carsh program pembanguan IPA dan jaringan distribusi," ujarnya.

Selain itu, kata dia, penting juga dilakukan screening pelanggan industri dan komersial, misalnya pabrik plastik. Jadi penting melihat pelanggan yang menggunaakan banyak air, terutama pabrik plastik.

"Kita mengalami keterbatasan air bersih," tuturnya.

Maria menyebutkan kondisi ini terjadi karena curah hujan rendah. Sementara penggunaan air di Batam terus naik.

Termasuk kontribusi daerah serapan air yang terganggu oleh warga sekitar. Sehingga air di Duriangkang turun sekitar -3,06 meter, hingga 3 Maret 2020.

"Sehingga, Piayu dan Mukakuning gangguan nanti. Tapi Duriangkang total shut down saat air sudah -5 meter. Diangka itu, WTP Duriangkang akan meminta tidak beroperasi lagi," tegas Maria.

Ia menambahkan keberadaan Dam Duriangkang sangat signifikan, mendukung air di Batam. Dimana, dengan distribusi 70 persen, Dam Duriangkang menyuplai pelanggan hingga 228.900 pelanggan ATB.

"Jika tidak bersama-sama kita sikapi, maka 228.900 pengguna akan berdampak," tegasnya. (*)

Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved