Breaking News:

PILWAKO BATAM

Listrik Mati, Ruang Pintar Pemilu KPU Batam Tempat Verifikasi Berkas Balon Independen Walikota Gelap

Listrik di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Jumat (6/3/2020) pagi mendadak padam dan mengakibatkan aktivitas petugas KPU jadi terhambat.

TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Petugas KPU lakukan verifikasi administrasi dokumen syarat dukungan balon Walikota jalur independen 

Listrik Mati, Ruang Pintar Pemilu KPU Batam Tempat Verifikasi Berkas Balon Independen Walikota Gelap

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Listrik di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Jumat (6/3/2020) pagi mendadak padam dan mengakibatkan aktivitas petugas KPU jadi terhambat.

Padahal, saat itu, petugas KPU sedang melakukan tahapan verifikasi administrasi dokumen bakal calon jalur independen Walikota dan Wakil Walikota Batam untuk Pilkada serentak 2020 mendatang.

"Gak tau ni bang, dari tadi mati lampu sudah hampir satu jam. Jadinya aktivitas pemeriksaan harus berhentilah. Sebab data silon syarat dukungan ada di komputer," ujar seorang petugas yang sedang menunggu listrik menyala.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, suasana Ruang Pintar Pemilu (RPP) yang dipusatkan untuk ruang pemeriksaan verifikasi administrasi syarat dukungan di Kantor KPU yang berada di Jalan RE Martadinata Sekupang tampak gelap.

Semua komputer mati, dan petugas tampak menunggu.

Ketua KPU Kota Batam, Herrigen mengatakan terjadi permasalahan teknis dengan sambungan listrik di ruangan kantor KPU.

Kemarin sudah kita naikkan daya listrik 10.000 watt agar dapat mengcover aktivitas di ruang rumah pintar pemilu (RPP), namun sekarang ada masalah teknis lagi," ujar Herrigen.

Kata dia, itu bukan permasalahan padam listrik melainkan adanya kesalaham teknis.

"Ruangan saya hidup kok, itu stabilizernya berbeda. Namun sudah ditangani kok, sudah diperiksa petugas. Nanti juga hidup," katanya.

Herrigen menyebutkan bahwa pada proses tahapan pilwako, kantor KPU akan membutuhkan suplai pasokan listrik yang cukup besar.

"Seperti yang sedang berlangsung saat ini, verifikasi administrasi 23 orang petugas harus bekerja di komputer mencocokkan data silon dengan syarat dukungan dan menyesuikannya kembali dengan DPT dan DP4," ujarnya.

Tidak hanya itu, nantinya juga kita akan butuh kepastian listrik menyala pada saat saat tertentu aktivitas KPU, seperti rapat pleno dan lainnya. "Tapi untuk hal itu kita sudah kordinasi kok dengan bright PLN," katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam terjunkan 23 orang petugas KPU untuk melakukan verifikasi administrasi dokumen syarat dukungan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Batam jalur independen. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved