Breaking News:

PENERTIBAN PASAR INDUK JODOH

Nekat Buka Celana saat Penertiban Eks Pasar Induk Jodoh Batam, Hartina: Saya Sudah Kesal

Hartina yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Tos 3000 itu mengaku terusik karena gudangnya yang berada di Pasar Induk Jodoh akan dirobohkan

TRIBUNBATAM.ID/ARDANA NASUTION
Pedagang eks Pasar Induk Jodoh yang sempat bentrok dengan petugas saat penertiban eks Pasar Induk Jodoh, Selasa (10/3/2020) 

"Saya tak mau di situ (tempat sementara) karena di sana bayar dan dikelola swasta. Pasar ini kan punya pemerintah jadi untuk apa kami bayar ke swasta," ujarnya.

Hartina bersikeras akan tetap berada di lokasi eks Pasar Induk Jodoh, sampai pasar yang baru kembali dibangun.

"Saya akan tetap di sini sampai pasar yang baru dibangun. Saya baru mau pindah kalau sudah jelas pasar yang baru dibangun," ujar Hartina.

Polemik Pasar Induk Jodoh sepertinya masih akan terus bergulir.

Karena di satu sisi Pemerintah Kota Batam belum kunjung memulai pembangunan pasar yang baru.

Tempat relokasi pedagangpun menimbulkan polemik tersendiri.

Pengakuan Hartina, jumlah kios yang disediakan tak mampu menampung semua korban penggusuran Pasar Induk Jodoh.

"Jumlah kiosnya tak sebanding dengan jumlah pedagangnya," terang Hartina.

Namun, di sisi lain pedagang pun masih terbelah ke dalam dua kubu.

Ada pedagang yang masih bersikeras menempati lokasi eks Pasar Induk Jodoh. Selain itu ada pula yang memanfaatkan lokasi eks pasar Induk Jodoh untuk diperjualbelikan.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved