Minggu, 24 Mei 2026

BATAM KRISIS AIR

ATB Tawarkan Solusi Selain Rationing Air di Batam; Percepat Transfer Air dari Dam Tembesi

ATB mengatakan, ada cara lain untuk menjaga ketersediaan air di Batam. Yakni mempercepat transfer air baku dari Dam Tembesi menuju Dam Mukakuning

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA dok ATB
Kondisi air baku di waduk Duriangkang semakin surut dan memprihatinkan. ATB telah melakukan berbagai upaya efisiensi pengolahan air, guna meminimalisir dampak minimnya cadangan air baku Kota Batam. Namun, yang paling penting adalah upaya serius pemerintah dalam melaksanakan konservasi air baku. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ancaman krisis air baku di Kota Batam membuat sejumlah warga khawatir. Apalagi dalam waktu dekat, pendistribusian (rationing) bergilir akan dilakukan oleh PT. Adhya Tirta Batam (ATB) untuk mengontrol pemakaian air agar stok tak segera habis.

Rationing air rencananya akan diterapkan terhitung 15 Maret 2020 nanti.

Sebagai pengelola, ATB hanya dapat melakukan hal ini untuk menjaga ketersediaan air. Namun, menurut Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, ada cara lain, yakni dengan mempercepat transfer air baku dari Dam Tembesi menuju Dam Mukakuning.

"Tapi itu domain BP Batam," jawabnya saat Tribun Batam melakukan konfirmasi, Rabu (11/3/2020).

Maria mengakui, untuk pengelolaan Dam Tembesi sendiri, ATB telah mengikuti proses lelangnya. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pemenang lelang.






"Itu (lelang) dibuka untuk umum. Namun sekarang belum ada pengumumannya," sesal Maria.

Menurut Maria, untuk solusi sementara, ATB akan memaksimalkan pengolahan air baku dari tiga dam yaitu Dam Duriangkang, Mukakuning, dan Tanjungpiayu.

Diambang Krisis Air, Warga Pertanyakan Sikap ATB & BP Batam; Hanya Menimbulkan Kekhawatiran

Ketiga dam itu memiliki kapasitas berbeda-beda. Dam Duriangkang sebagai salah satu dam terbesar diketahui memiliki luas tangkapan sebesar 7.259,10 hektare.

Mulai beroperasi sejak tahun 2001, Dam ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2.710 liter per detik.

Sayang, kini Dam Duriangkang diketahui mengalami penyusutan sebesar 3,06 meter.

Sementara itu, Dam Mukakuning memiliki kapasitas produksi air sebesar 310 liter per detik dan Dam Tanjungpiayu sebesar 200 liter per detik.

Waduk Terus Menyusut

Saat ini, warga Batam sedang dihantui dengan krisis air bersih.

Pasokan air bersih di Batam sangat tergantung dengan curah hujan.

Celakanya kondisi waduk utama menyusut hingga batas ambang krisis.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved