VIDEO - Begini Perjuangan Badu Nafkahi 9 Anak dari Hasil Melaut

Banyak suka duka yang harus dia lewati saat melaut demi bisa menafkahi 9 anak dan juga istrinya.

Bahkan, terkadang mulai pagi hingga malam menyisir pulau demi pulau dan bertarung melawan tingginya gelombang laut demi menafkahi keluarga.

Berangkat pagi dan pulang di sore hari untuk mencari ikan, makan dan istirahat di atas kapal, aktivitas keseharian itu dijalani Badu hingga bertahun tahun.

Kini tubuh Badu mulai terlihat kurus dan wajah tua yang dulu kekar mulai terlihat keriput.

"Kalau diterjang ombak itu sudah biasa, namun diterjang ombak lalu tidak dapat ikan dan pulang hasil kosong sementara 9 anak di rumah butuh biaya, untuk makan, itu yang membuat saya kadang pusing," ucap Badu.

Bahkan terkadang jika hasil laut tidak ada, maka beras pun tidak terbeli. Solusinya anak anak saya beri makan ubi.

"Kadang-kadang makan pakai ubi dicampur ikan, iya seadanya," ucap Badu.

Sekarang saya sudah punya sepetak lahan kebun, itulah yang dikerjakan anak-anak jika saya turun melaut.

Nanam singkong, sayuran dan cabai.

Walau hasilnya tidak dapat dijual namun setidaknya dapat menutupi kebutuhan makan di rumah sembari saya melaut mencari ikan untuk dijual.

Bahkan kini Badu mulai memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani.

Halaman
123
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved