VIDEO - Begini Perjuangan Badu Nafkahi 9 Anak dari Hasil Melaut

Banyak suka duka yang harus dia lewati saat melaut demi bisa menafkahi 9 anak dan juga istrinya.

"Alhamdullilah ya, jika tidak turun melaut saya bisa beralih profesi sementara, bertanam ubi, cengkeh dan pisang," katanya.

Hasil pertanian itu nanti akan dijual ke tetangga dan warga sekitar. Bahkan anak-anak juga saya suruh ikut merawat tanaman.

Supaya ada bayar kebutuhan sekolahnya.

Tidak hanya bertani, Badu juga melakoni pekerjaan lainnya seprti mencari upah.

"Sesekali ada yang menawarkan untuk bekerja mencari upah alias gajian, itu juga saya lakoni. Intinya prinsip saya apapun pekerjaannya, selagi halal mari kita kerjakan," katanya.

Dia berprinsip yang penting bisa menghasilkan uang dari hasil jeri payah sendiri tak masalah.

Di usianya Badu yang kini tidak lagi muda, namun ia harus mengerjakan segala aktivitas.

"Namanya juga perjalanan hidup, lahir di sini, besar di kampung ini menikah pun di sini, hanya saja istri dari pulau seberang," kata Badu yang kini sudah menetap di desa Cemage Selatan selama 54 tahun.

Dia bersyukur saat ini anak-anaknya sudah besar semua. Satu susah selesai kuliah, sekarang kerja di Batam dan 2 orang sudah menikah.

"Lainnya masih ada yang bujang dan sekolah," kata Badu.

Tidak terasa bercerita, waktu pun sudah sore hari.

Badu pun harus bergegas meninggalkan pompong untuk menjual ikan tangkapannya kepada warga.

"Sudah dulu ya, saya mau kembali ke rumah. Mungkin di lain waktu kita bisa ngobrol lagi," (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved