HUMAN INTEREST

Dari Iseng Menjadi Hobi, Syerlia Tekuni Seni Kaligrafi, Karyanya Sukses Pukau Warga Anambas

Setiap orang pasti punya hobi. Ada hobi karena kesenangan, dan ada juga hobi yang bisa menghasilkan pundi-pundi rezeki.

TribunBatam.id/Istimewa
Syerlia saat menyelesaikan seni kaligrafi. Berawal dari hobi, karya perempuan 21 tahun ini mulai dikenal masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Setiap orang pasti punya hobi. Ada hobi karena kesenangan, dan ada juga hobi yang bisa menghasilkan pundi-pundi rezeki.

Hal ini yang digeluti Syerli. Perempuan 21 tahun ini baru-baru ini sedang menggeluti hobi membuat tulisan kaligrafi.

Sudah 5 bulan perempuan berhijab itu menekuni pembuatan kaligrafi.

"Udah jalan 5 bulan bikin kaligrafi ini. Untuk menyalurkan hobi saja, daripada sehari-hari tidak ada kegiatan. Lebih baik mencari kegiatan yang bermanfaat," ujar Syerli saat ditemui TribunBatam.id, Jumat (13/3/2020).

Dari hobinya itu, Syerlia dipercaya oleh satu pondok pesantren untuk mengikuti lomba kaligrafi saat Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke VI tingkat Kabupaten, di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Di Negeri Perang Ini, Ada Tradisi Kaligrafi Tulis Tangan Quran di Atas Kain Sutra Pakai Tinta Alami

Hasil Laut Melimpah, Maryani Tekuni Usaha Kerupuk Ikan dari Anambas Selama 15 Tahun

 

"Saya kemarin ikut lomba, bikin kaligrafi jenis kontemporer. Lumayan susah ya, karena saya bikin itu ayatnya ada 7. Belum lagi desainnya harus menarik," ucapnya.

Dalam pembuatan kaligrafi, Syerlia membutuhkan waktu hingga 2 hari untuk menyempurnakan karyanya. Selain proses yang diperlukan cukup rumit, Syerlia memilih untuk tidak tergesa-gesa mengerjakan seni ayat suci Alquran itu.

"Susah-susah gampang. Saya dari rumah sudah nyiapin kanvasnya, jadi pas lomba saya tinggal bikin tulisan dan warnanya saja. Kemarin pas lomba kan waktu yang diberikan terbatas, harus selesai satu hari. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya," ungkapnya.

Selain belajar menulis kaligrafi, Syerlia juga berniat untuk menjual hasil karyanya sebagai hiasan di rumah.

Dengan harga dan desain yang unik ia percaya banyak masyarakat yang berminat dengan tulisan kaligrafinya.

Syerlia membandrol hasil karya tulisan kaligrafinya sesuai dengan ukuran, untuk ukuran kecil ia jual dengan harga Rp 300 ribu, sedangkan ukuran sedang Rp 500 ribu.

"Tapi saya lihat dulu tingkat kesulitannya, kalau sulit biasanya bisa beda harga lagi," bebernya.

Dari hobi ini Syerlia bertekad untuk terus menekuni tulisan kaligrafinya agar bisa menjadikan karya yang bisa disukai banyak orang.(TribunBatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved