KISAH INSPIRATIF

Hasil Laut Melimpah, Maryani Tekuni Usaha Kerupuk Ikan dari Anambas Selama 15 Tahun

Hasil laut yang melimpah, menjadi peluang bagi warga asal Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, Maryani. Ia menekuni usaha kerupuk ikan selama 15 tahun.

TribunBatam.id/Rahmatika
Maryani (kanan) bersama anak-anaknya saat sedang membuat kerupuk ikan mentah di rumahnya di Desa Ladan, Kecamatan Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Jumat (13/3/2020). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Produk makanan olahan berbahan dasar ikan bisa ditemukan dengan mudahnya di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.

Hasil laut yang melimpah, menjadi peluang bagi warga asal Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, Maryani.

Wanita 52 tahun itu, sudah 15 tahun menekuni usaha kerupuk ikan mentah.

Dibantu anak-anaknya, setiap 4 bulan sekali Maryani membuat kerupuk ikan mentah untuk dijual ke warung-warung.

Tak hanya dijual di warung saja, masyarakat dari luar pulau juga sudah jadi pelanggan tetap kerupuk ikan mentah Maryani

Berbagai macam jenis kerupuk ikan mentah ini diolah dengan bentuk yang berbeda-beda. Ada yang berwarna merah, hijau, oren, dan polos.

Warna pada kerupuk ikan mentah ini berasal dari pewarna makanan.

"Buatnya tidak setiap hari. Kalau ada yang pesan saya buatkan. Tapi lihat ikan juga, kadang kalau ikan susah ya kita istirahat buatnya," ucap Maryani, Jumat (13/3/2020).

Kendala ikan kosong atau tidak ada bukan hanya jadi persoalan bagi usaha Maryani.

Ia juga harus siap dengan keadaan cuaca yang tidak menentu. Pasalnya proses pembuatan kerupuk ikan mentah ini harus dijemur terlebih dahulu.

Halaman
12
Penulis: Rahma Tika
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved