Senin, 27 April 2026

TRIBUN WIKI

APA Itu Thalassophobia, Ketakutan Berlebihan Pada Laut? Simak Gejala dan Penyebabnya

Thalassophobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap laut karena berbagai macam hal. Simak gejala yang muncul berikut ini.

tribunbatam.id/foto dokumen BASARNAS TANJUNGPINANG
Basarnas Tanjungpinang melakukan pencarian nelayan yang hilang di laut Bintan, Minggu 

APA Itu Thalassophobia, Ketakutan Berlebihan Pada Laut? Simak Gejala dan Penyebabnya

TRIBUNBATAM.id - Pernahkah Anda mendengar istilah Thalassophobia?

Dilansir dari Tribunnews Wiki, Thalassophobia berasal dari bahasa Yunani; θάλασσα / thalassa / “sea” dan φόβος / phobos / “fear” yang jika digabung berarti “takut laut”.

Meski secara harfiah artinya takut laut, tapi dalam praktiknya fobia ini juga mencakup semua perairan luas dan dalam termasuk danau atau sungai.

Thalassophobia adalah ketakutan akan kondisi laut yang luas, gelap, dalam, dan bahaya.

Ragam Gejala Thalassophobia

Orang yang memiliki fobia akan merasa cemas, takut, atau panik ketika harus menghadapi objek yang ditakutinya.

Pada penderita thalassophobia, objek tersebut adalah laut.

Gejala yang juga dapat muncul di samping rasa cemas, takut, atau panik adalah:

- Jantung berdebar

- Sakit kepala

- Mual

- Keluar keringat dingin

- Sesak napas

Gejala thalassophobia bisa muncul pada kondisi yang berbeda-beda.

Biasanya saat penderita berada di sekitar pantai, melihat ombak besar, atau saat menaiki kapal atau pesawat yang melewati lautan.

Pada kasus yang sudah parah, gejala thalassophobia muncul saat penderitanya hanya melihat sebuah foto atau televisi yang yang memperlihatkan suasana laut, atau bahkan sekadar mendengar kata ‘laut’.

Penyebab Thalassophobia

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami thalassophobia.

Namun, penyebab utama dari jenis fobia biasanya termasuk dalam salah satu dari ketiga kategori berikut ini:

- Faktor genetik

Ada faktor turunan dari keluarga yang memiliki ketakutan berlebih pada laut sehingga Anda cenderung memiliki fobia air laut.

- Faktor lingkungan

Pengalaman traumatis mampu membuat seseorang menjadi seorang thalassophobia, seperti tenggelam di laut.

- Faktor perkembangan otak

Apabila bagian otak yang berfungsi merespons rasa takut belum berkembang dengan optimal, hal tersebut mampu membuat fobia lebih mudah berkembang.

Cara Mengobati Thalassophobia

Fobia laut dapat diobati dengan jenis terapi yang benar.

Terapi yang disarankan untuk thalassophobia ini adalah terapi kognitif perilaku (cognitive behavioral therapy/CBT).

Para peneliti mengemukakan bahwa terapi kognitif perilaku memberikan efek positif pada salah satu jalur saraf otak orang dengan fobia tertentu, termasuk ketakutan terhadap lautan.

Pilihan pengobatan lain untuk mengobati fobia ini adalah terapi paparan, yang merupakan bagian dari terapi kognitif perilaku.

Sebagian besar orang yang mempunyai fobia aktif lebih suka menghindari objek atau situasi yang mereka takuti.

Perilaku ini bisa memperburuk kondisi fobia.

Terapi paparan bekerja dengan memaparkan penderita pada objek yang mereka takuti melalui cara yang aman.

Bagi penderita thalassophobia akan diperlihatkan gambar atau video laut, dengan pendampingan psikolog, psikiater, atau pakar kesehatan mental lainnya.

Kemungkinan Anda akan diajak ke laut untuk sekadar memegang maupun mencelupkan tangan anda di sana dengan psikolog maupun psikiater.

Seiring berjalannya waktu, ketakutan Anda terhadap laut pun akan berkurang.

Obat-obatan biasanya tidak direkomendasikan bagi mereka yang ketakutan berlebih terhadap laut.

Pasalnya beberapa terapi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk mengobati jenis phobia ini.

Meski demikian, pada orang dengan gejala kecemasan tertentu dan ingin sembuh dalam waktu singkat, obat-obatan mungkin dapat diberikan oleh psikiater.

Apabila Anda atau kerabat Anda memiliki gangguan thalassophobia, jangan malu dan ragu untuk mengunjungi psikolog atau psikiater untuk menjalani pemeriksaan dan pemberian penanganan yang sesuai dengan kondisi. (TRIBUNBATAM.id/Widi Wahyuningtyas)

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved