ADVERTORIAL

Info Loker Sulit di Akses, Ini Solusi Bakal Calon Wali Kota Batam Rian Ernest

Bakal calon Wali Kota Batam jalur independen, Rian Ernest melakukan blusukan ke kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Rabu (11/3/2020) pagi.

Info Loker Sulit di Akses, Ini Solusi Bakal Calon Wali Kota Batam Rian Ernest
ISTIMEWA
Bakal calon Wali Kota Batam jalur independen, Rian Ernest melakukan blusukan ke kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Rabu (11/3/2020) pagi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id- Bakal calon Wali Kota Batam jalur independen, Rian Ernest melakukan blusukan ke kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Rabu (11/3/2020) pagi.

Pria berkepala plontos tersebut menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan beberapa
calon pelamar didekat pujasera Kawasan Industri Batamindo.

“Jadi pagi ini saya sengaja datang ke Batamindo, ada sekitar 400an anak muda menyiapkan ijazah
dan CV sambil menunggu adanya tawaran lowongan kerja,” ujar Rian.

Blusukan tersebut memang sengaja dilakukan Rian untuk lebih tahu tentang realita lapangan
mengenai ketersediaan lapangan kerja di Kota Batam.

“Ada masalah disitu saya liat, sepertinya informasi soal lowongan kerja ini tidak mudah untuk
diakses, jadi banyak dari teman-teman ini mau tidak mau terpaksa stanby menghabiskan waktu
untuk makan dan minum sembari menunggu” ungkap Rian.

Rian mengatakan bahwa seharusnya ada sentralisasi informasi, agar para pelamar tidak perlu
menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu suatu hal yang tidak pasti.

“Kita butuh untuk mengembangkan suatu sistem yang tersentralistik dan transparan untuk
memudahkan para calon pekerja,” ujarnya.

Kemudian, Rian menjelaskan bahwa batasan usia sebagai persyaratan kerja merupakan sebuah
masalah lain yang perlu diperhatikan.

“ Jadi solusi ke depannya saya harap sistem perekrutan di pabrik jangan diklasifikasikan berdasarkan
usia saja, tapi lebih ditekankan berdasarkan potensi dan pengalaman. Misalkan kalau yang memiliki kemampuan menyolder dengan cepat, walaupun umurnya tua ya tetap dipekerjakan. Contoh lain
misalnya ada yang memiliki kemampuan mengetik cepat dengan 10 jari, bisa kita kerjakan," ujarnya.

Terakhir Rian berharap ke depannya agar skema kontrak kerja di Batam perlu untuk diperhatikan.

"Di sini sistemnya terus menerus kontrak, jadi 2 tahun putus, lalu 2 tahun putus lagi, jadi harusnya kita
melihat lagi, sektor pekerjaan yang memang selalu ada dan terus selalu ada ya jangan outsourcing.
Pengawasan perekrutan kerja harus lebih diperkuat dan diperbaiki," ; tutupnya. (*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved