KEPRI SIAGA CORONA
Cegah Covid-19, Bupati Karimun Usulkan Sekolah Diliburkan Selama 5 Hari Terhitung Selasa (17/3)
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengusulan kegiatan belajar di sekolah diliburkan selama 5 hari sejak Selasa (17/3) untuk mencegah penyebaran Covid-19.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri akan diliburkan.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, usulan kebijakan itu akan berlaku sejak Selasa (17/3/2020) hingga Sabtu (21/3/2020).
"Untuk itu, mulai besok Selasa sampai Sabtu kami liburkan sekolah dulu. Nanti kami lihat perkembangan ke depan. Jika dibutuhkan maka dilakukan kebijakan lagi," ujar Aunur Rafiq saat ditemui saat rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 (Virus Corona) di aula Graha Kepri lantai V Jalan Engku Putri-Batam Centre, Batam, Kepri, Senin (16/3/2020).
Di depan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto Rafiq menyebutkan, 13 Puskesmas dan 2 rumah sakit disiapkan untuk penanganan kesehatan masyarakat dalam mencegah virus Corona.
Dua rumah sakit tersebut di antaranya RUSD Muhammad Sani dan Rumah Sakit Bakti Timah.
"Untuk penanganan khusus isolasi ada di RUSD Muhammad Sani. Dan hanya tersedia empat kamar. Saat ini suspect Covid-19 ada empat orang. Sekarang sisa tiga, karena satu orang dinyatakan negatif. Kami berharap, Pemprov bisa menyediakan bagi kami juga RS Khusus di Galang bila sudah siap," ucapnya.
Terkait kebijakan Aunur Rafiq, sedikit dipertentangkan dalam rapat koordinasi itu.
Sebab, ada perbedaan pendapat antara Plt Gubernur Kepri, Isdianto dengan Pemerintah Daerah lain.
"Mohon untuk dikaji ulang Pak Bupati. Saya rasa untuk meliburkan sekolah belum ke arah sana menurut saya. Bagaimana ini Pak Wakapolda," kata Isdianto melempar pertanyaan.
Rafiq lalu meminta pertimbangan agar ada keadilan. Ia lalu membandingkan sejumlah kabupaten/kota di Kepri yang sudah menurutnya sudah mengambil sikap untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.
"Pak Gubernur mohon maaf, di Batam dan Bintan kami baca berita ada meliburkan sekolah. Jadi mohon kesetaraan ini semua. Jangan diliburkan di sini kami malah nanti disalahkan," jawab Aunur Rafiq.
Sementara itu, Wakapolda Kepri Yan Fitri Halimansyah menekankan pentingnya pencegahan.
Ia mengatakan, jika pun sekolah diliburkan harus mempunyai dasar yang pasti. Misalkan bisa saja diliburkan, tetapi sekolah harus dibersihkan atau disiram. Sehingga libur bermanfaat. "Jangan sampai libur tapi sekolah tidak dibersihkan. Sama saja kan. Artinya lebih ke pengawasan," katanya.
Sekolah di Batam Diliburkan
Walikota Batam Muhammad Rudi memutuskan akan meliburkan aktivitas belajar mengajar sekolah di Batam mulai tingkat TK hingga SMP mulai besok, Selasa (17/3/2020).
Selain itu, lembaga non formal seperti bimbel juga akan diliburkan.
"Sekolah di Batam mulai besok, Selasa 17 Maret 2020 diliburkan untuk empat belas hari kedepan," ujar HM Rudi dalam rapat koordinasi FKPD, Senin (16/03/20) yang digelar di Asrama Haji Batam Centre.
Walikota Batam menjelaskan, keputusan libur untuk tingkat SMA dan sederajat ada di tangan Pemprov Kepri.
"Kewenangan Pemko Batam adalah sekolah di bawah SMA sederajat, sementara untuk SMA sederajat merupakan kewenangan Provinsi. Pemko akan menyurati Sekda Provinsi Kepri terkait kebijakan libur tersebut," ujar Rudi.
Sementara itu, terkait pelayanan Pemko Batam, Walikota memastikan tetap akan berjalan sebagaimana mestinya.
Artinya, ASN tidak diliburkan.
Siswa TK hingga SMP di Tanjungpinang Libur
Mulai besok, Selasa (17/3/2020) sekolah di Tanjungpinang akan diliburkan selama 7 hari atau hingga 24 Maret 2020.
Jadwal libur tersebut berlaku untuk jenjang pendidikan TK/Paud, SD sampai SMP dan sederajatnya, baik negeri maupun swasta.
Kebijakan libur sekolah tersebut terkait langkah antisipasi virus corona.
Penetapan jadwal itu dikeluarkan Walikota Tanjungpinang, Syahrul lewat surat edaran, Senin (16/3/2020).
Libur sekolah ini berlangsung hingga 24 Maret 2020.
Namun walaupun libur sekolah, dalam isi surat edaran tersebut, tetap melakukan belajar di rumah, mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus corona di Tanjungpinang.
Surat edaran ini dibenarkan Sekertaris daerah (Sekda) Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari.
"Benar ada surat edaran itu, agar mengurangi dulu waktu diluar rumah. Untuk lebih jelasnya langsung tanyakan ke Pak Walikota ya," ujarnya.
Gugus Tugas
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri ) melakukan rapat penanganan virus Corona (Covid-19).
Hal itu mengimplementasi arahan presiden dengan pembentukan gugus tugas di provinsi Kepri dan diturunkannya di kabupaten Kota.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tjeptjep Yudiana yang sebagai ketua gugus tugas menjelaskan kondisi fasilitas kesehatan di Provinsi Kepri.
Tjeptjep menyampaikan saat ini untuk di provinsi Kepri ada 4 rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19.
"Bila ada yang positif hanya mampu ditampung 12 orang, jika lebih maka rumah sakit rujukan yang ada sudah kewalahan," ujar kepala dinas kesehatan.
Tetapi Tjeptjep juga mengatakan jika nantinya ada pasien yang positif dan sudah tidak tertampung di rumah sakit rujukan pihaknya telah berkoordinasi dengan rumah sakit swasta yang ada di Batam.
"Kami sudah mengumpulkan semua direktur rumah sakit swasta untuk berkordinasi apabila nantinya ada lonjakan yang positif maka mereka siap menyiapkan ruang isolasi," ujarnya.
Tjeptjep juga menjabarkan sampai saat ini untuk kebutuhan ventilator masih minim terutama untuk anak anak.
"Hampir semua rumah sakit tidak nemiliki ventilator untuk anak-anak, yang ada untuk dewasa ventilator," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan itu juga mengatakan perlunya pemasangan CCTV di tempat karantina atau dalam pengawasan saat ini masih kurang.
Sampai saat ini untuk kebutuhan Masker juga masih kurang, karena untuk pelayanan kesehatan yang di pakai oleh tenaga medis ada sekitar 250 ribu yang dibutuhkan.
Yang paling dibutuhkan seperti alat pelindung diri juga sangat minim dikatakan Tjepjep.
"Alat pelindung diri juga tidak ada, Sehingga terpaksa menggunakan jas hujan, Shower cap atau penutup rambut juga kita kekurangan," ujarnya.
Dijelaskan ketua gugus tugas provinsi Kepri itu untuk satu pasien di butuhkan 15 APD untuk di pakai tenaga medis satu pasien jadi kebutuhan kita sangat banyak untuk proses antisipasi jika ada lonjakan penanganan pasien.
Tetapi dari beberapa kekurangan tersebut dikatakan Tjeptjep dalam waktu dekat Pemerintah Singapura akan memberikan bantuan beberapa alat kesehatan untuk provinsi Kepri.
"Dan Alhamdulillah dalam waktu dekat pemerintah Singapura akan mengirimkan bantuan terutama masker dan APD," ujarnya.(TribunBatam.id/Leo Halawa/Roma Uly Sianturi/Endra Kaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/aunur-rafiq-kantongi-sejumlah-nama-bakal-calon-wakil-bupati.jpg)