TRIBUN WIKI

Kamu Harus Tahu, Inilah Istilah dalam Kasus Covid-19, Dari Lockdown hingga WFH

Upaya ini diambil untuk mencegah meluasnya penularan virus corona akibat bebasnya interaksi antar individu.

Editor: Eko Setiawan
AFP
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung ikut serta dalam latihan dalam menangani pasien Covid-19, di Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, Bali, pada 12 Februari 2020. 

TRIBUNBATAM - Wabah virus corona sebagai pandemi global membuat sejumlah negara mengambil langkah lockdown

Upaya ini diambil untuk mencegah meluasnya penularan virus corona akibat bebasnya interaksi antar individu.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, setidaknya hingga hari Minggu (15/3/2020), tercatat 156.112 kasus virus corona.

Angka kematian di seluruh penjuru dunia mencapai 5.829.

Namun, dibandingkan angka kematian, jumlah pasien sembuh jauh lebih banyak, yakni mencapai 73.955.

Istilah-istilah seputar virus corona atau Covid-19 seperti lockdown hingga Work From Home (WFH)  juga bermunculan.

Agar tidak salah kaprah, ada baiknya untuk memahami arti dari istilah-istilah tersebut.

1. Lockdown

Melansir Tribun Mataram dari kamus Merriam Webster, lockdown disebut juga pencegahan.

Lockdown merupakan tindakan atau kondisi darurat ketika masyarakat dicegah memasuki maupun meninggalkan sebuah area atau bangunan tertentu selama ancaman bahaya berlangsung.

Dalam kasus Covid-19, tujuan dilakukannya lockdown adalah untuk mencegah penyebaran virus corona menjadi semakin luas.

Jika lockdown telah diberlakukan, semua fasilitas publik harus ditutup.

Bahkan moda transportasi dan segala aktivitas warga harus dibatasi.

Ketika virus Corona menyebar di kota Wuhan, China, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lockdown.

Langkah ini diikuti oleh sejumlah kota lainnya, mengingat penyebaran virus corona yang begitu masif.

Faktanya, lockdown terbukti cukup efektif untuk mencegah penularan virus ini menjadi semakin luas.

2. Isolasi

Begitu Covid-19 telah berhasil terdeteksi, pasien yang terinveksi harus segera diisolasi.

Isolasi atau isolation dilakukan untuk memisahkan orang yang memiliki penyakit menular dari yang sehat.

Tak jarang ada yang mengartikan isolasi sama halnya sebagai karantina.

Padahal, kenyataannya sangat berbeda.

Karantina diterapkan untuk memisahkan dan membatasi pergerakan orang sehat yang mungkin terpapar penyakit menular untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi.

Dalam dunia kesehatan, isolasi artinya menempatkan pasien di suatu ruangan yang terpisah dari pasien lainnya untuk membatasi pergerakan dari pasien terisolasi.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit yang bisa saja ditimbulkan oleh pasien tersebut.

3. Karantina

Karantina adalah sistem yang mencegah perpindahan orang dan barang selama periode waktu tertentu untuk mencegah penularan penyakit.

Sistem karantina identik dengan pengasingan terhadap seseorang atau suatu benda yang akan memasuki suatu negara atau wilayah.

Dalam masa karantina, dilakukan observasi dan pemeriksaan kesehatan.

Masa karantina berakhir apabila diagnosis yang pasti telah diperoleh.

Konsepnya hampir mirip dengan isolasi, yaitu pemisahan individu yang menderita penyakit menular dengan populasi lain yang masih sehat.

4. Social Distancing

Mengutip dari The Atlantic, istilah Social Distancing merujuk pada tujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang lain dalam jarak dekat.

Tujuannya adalah untuk mengurangi penularan virus antar manusia melalui kontak fisik.

Sedang menurut Center for Disease Control (CDC), istilah social distancing adalah menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak dengan manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

5. Work From Home (WFH)

Akhir-akhir ini, istilah WFH atau Work From Home menjadi populer.

Istilah ini berarti bekerja dari rumah.

Dalam kasus Covid-19, masyarakat diharuskan untuk tetap berada di rumah untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain.

Artinya, segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan harus dilakukan di rumah.

Selain pekerjaan, proses kegiatan belajar yang umumnya dilakukan di sekolah juga harus dilakukan di rumah.

Untuk proses komunikasinya sendiri dilakukan secara daring atau online.

6. Imported Case dan Local Transmisson

Istilah ini merujuk pada lokasi dari mana virus Corona itu menjangkiti seorang pasien.

Pada kasus imported case, berarti seseorang terjangkit saat berada di luar wilayah dimana pasien tersebut melapor.

Contohnya, seorang pasien dilaporkan positif Corona di Singapura.

Namun, dia tertular di luar wilayah negara tersebut karena baru melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sedang local transmission atau transmisi lokal berarti seorang pasien tertular di dalam wilayah dimana kasus ditemukan.

Misalnya, seorang pasien dilaporkan positif terjangkit virus Corona di Indonesia dan tertular di Indonesia.

7. Epidemi dan Pandemi

Epidemi merujuk pada penyebaran penyakit secara cepat dan banyak pasien yang terjangkit.

Jumlah pasien tersebut bisa dibilang sangat banyak dan tidak normal.

Umumnya, suatu penyakit disebut epidemi jika menyebar di suatu wilayah dalam jumlah penderita yang banyak.

Namun, skala penyakit epidemi relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pandemi.

Jika epidemi menyebar di suatu wilayah saja, maka pandemi adalah penyakit yang sudah menyebar ke seluruh dunia.

Dengan kata lain, penyebarannya adalah global dan luas.

Ini menunjukkan bahwa level pandemi jauh lebih tinggi dibanding epidemi.

Dalam kasus virus Corona, WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi setelah menyebar hampir di seluruh negara.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved