Minggu, 14 Juni 2026

Perlukah Indonesia Lockdown Cegah Penyebaran Corona? Jokowi dan Jusuf Kalla Beda Pendapat

Presiden Jokowi beda pendapat dengan mantan Wapres Jusuf Kalla mengenai perlunya Indonesia lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Tayang:
Chinadaily/Tribunnews
Cerita Pasien Sembuh dari Virus Corona di Indonesia: Selama Seminggu Saya Nangis Terus 

TRIBUNBATAM.id - Presiden Jokowi beda pendapat dengan mantan Wapres Jusuf Kalla mengenai perlunya Indonesia lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Beberapa negara seperti Italia dan Malaysia menerapkan lockdown, sedangkan Indonesia belum.

Pro dan Kontra Lockdown juga membuat Karni Ilyas tertarik menjadikannya tema ILC TV One malam ini, Selasa (17/3/2020).

Wacana lockdown mencuat setelah penyebaran virus Corona juga terjadi di Indonesia.

Jusuf Kalla mengusulkan untuk melakukan tindakan lockdown.

Mengapa Pemerintah Tak Lockdown Batam Untuk Hindari Corona? Ini Penjelasan Walikota

Malaysia Umumkan Lockdown Selama 14 Hari, PM Malaysia: Ini Satu-satunya Cara Cegah Wabah Corona

Yaitu mengunci rapat interaksi antarkota dan negara dari dunia luar.

Pria yang menjabat sebagai petinggi Palang Merah Indonesia ini mengatakan bila upaya lockdown seharusnya dilakukan di Indonesia.

Kejadian yang dibilang sangat serius ini membuat pemerintah harus tepat dalam menyusun kebijakan.

Dikutip TribunMataram.com dari Kompas.com, JK menilai Indonesia dapat melakukan lockdown apabila siap disiplin.

Ilustrasi virus corona masuk ke Indonesia (Kompas.com)

"China berhasil untuk memperlambat, tidak mencegah 100% dengan lockdown, tapi ini negaranya sangat disiplin, yang bisa melaksanakan itu. Indonesia kalau diinstruksikan pasti bisa tapi harus siap segi ekonominya, dan ini itu harus disiapkan macam-macam," ujar Jusuf Kalla pada Jumat (13/3/2020).

Namun ternyata Presiden Jokowi menolak saran ini karena dirasa belum jadi pilihan untuk saat ini.

Presiden Jokowi menetapkan wabah virus corona sebagai bencana nasional.

Meskipun begitu, Presiden belum menetapkan lockdown terkait virus corona yang makin merebak.

Orang nomer 1 di Indonesia ini hanya menginstruksikan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga jarak.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan jika melakukan lockdown atau tidak seperti dikutip TribunMataram.com dari TribunStyle.com.

Tema ILC

Tema Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One mengangkat virus Corona dan lockdown.

Judul ILC TV One diposting Karni Ilyas di akun twitternya.

Karni Ilyas mengambil judul 'Corona: Pro dan Kontra Lockdown."

 

Postingan Karni Ilyas langsung mengundang beragam komentar.

Mereka menginginkan narasumber yang kompeten.

Ada juga yang menginginkan Karni Ilyas mengundang Menkes Terawan Agus Putranto.

Indonesia kini sedang hadapi penyebaran virus corona, Jusuf Kalla sarankan lockdown, namun ditolak Joko Widodo, ini plus minusnya.

Penyebaran virus corona berlangsung sangat cepat.

Hal ini tentu membuat banyak orang khawatir.

 Diberlakukan Lockdown seperti saran dari Jusuf Kalla

Presiden Jokowi melarang pemerintah daerah untuk melakukan lockdown atau karantina wilayah dalam menghadapi penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Jokowi menegaskan bahwa kebijakan lockdown hanya dapat diambil oleh pemerintah pusat.

"Kebijakan lockdown, baik di tingkat nasional dan tingkat daerah, adalah kebijakan pemerintah pusat," ucap Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Senin (16/3/2020).

"Kebijakan ini tak boleh diambil oleh pemda, dan tak ada kita berpikiran untuk kebijakan lockdown," kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, saat ini yang terpenting dilakukan adalah bagaimana mengurangi mobilitas orang, menjaga jarak, serta mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran Covid-19.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan aktivitas yang produktif dari rumah.

"Kebijakan belajar dari rumah kerja dari rumah dan ibadah di rumah perlu terus kita gencarkan untuk menghindari Covid-19 dengan tetap mempertahankan pelayanan kepada masyarakat," kata dia.

Tak hanya soal lockdown, Jokowi juga meminta semua kebijakan besar di tingkat daerah harus dibahas dengan pemerintah pusat.

Namun, ia tak merinci lebih jauh kebijakan besar yang dimaksud.

"Untuk konsultasi, supaya cepat, saya minta daerah membahas dengan kementerian terkait, termasuk dengan satgas Covid-19," kata Presiden.

Sejumlah negara memutuskan untuk melakukan lockdown dalam mengatasi penyebaran virus corona yang semakin luas. Negara yang melakukan lockdown itu antara lain Italia, Denmark, Filipina, dan Irlandia.

Langkah ini sebelumnya telah dilakukan China yang melakukan lockdown terhadap sejumlah wilayah yang terkena wabah virus corona, khususnya di Kota Wuhan dan Provinsi Hubei.

Namun, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Ahmad Yurianto sebelumnya telah mengungkap bahwa Indonesia tidak akan melakukan lockdown, baik secara total maupun wilayah.

Menurut dia, lockdown justru akan meningkatkan peluang penyebaran virus corona di wilayah yang terdampak.

"Kalau di-lockdown, malah kita tidak bisa berbuat apa-apa. Konsekuensinya, kasus (Covid-19) di wilayah itu bisa jadi naik dengan cepat," ujar Yuri.

Hingga Minggu (15/3/2020), diketahui ada 117 kasus Covid-19 yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Dari jumlah itu, sebanyak 104 orang dalam perawatan intensif, delapan orang dinyatakan sembuh dan lima orang meninggal dunia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved