Breaking News:

BATAM TERKINI

Kejari Ungkap Korupsi Anggaran Belanja Konsumsi Pos Pimpinan DPRD Batam

Kejari Batam akan fokus dan profesional dalam melakukan penyidikan dugaan korupsi senilai Rp 2 miliar dana belanja konsumsi pimpinan DPRD Batam.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akan fokus dan profesional dalam melakukan penyidikan dugaan korupsi senilai Rp 2 miliar, dalam kegiatan belanja konsumsi atau makanan pada Pos Pimpinan DPRD Kota Batam periode 2017, 2018 dan 2019. 

Kejari Ungkap Korupsi Anggaran Belanja Konsumsi Pos Pimpinan DPRD Batam

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri ( Kejari) Batam akan fokus dan profesional dalam melakukan penyidikan dugaan korupsi senilai Rp 2 miliar, dalam kegiatan belanja konsumsi atau makanan pada Pos Pimpinan DPRD Kota Batam periode 2017, 2018 dan 2019.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Dedie Tri Hariyadi, Rabu (18/3/2020).

Ia mengatakan, motif kegiatan yang dilakukan adalah, memecah kegiatan-kegiatan pelelangan.

Bahkan melakukan penunjukan langsung terhadap rekanan-rekanan.

Pihaknya tidak melakukan proses pengadaan oleh Badan atau pejabat yang ditunjuk.

Begitu juga pemanggilan saksi-saksi akan terus di dalaminya.

Sehingga bisa diketahui secara pasti siapa yang bertanggungjawab atas kegiatan tersebut.

"Secara detail belum bisa kami sampikan secara langsung. Karena masih proses penyidikan. Tapi setelah kita tetapkan tersangka, akan kita undang kembali," ujar Dedie, Rabu (18/3/2020) saat melangsungkan konfrensi pers.

Berdasarkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan untuk kegiatan tersebut sekitar Rp 2 miliaran.

Adapun berdasarkan DIPA yang ada dalam anggaran tersebut, diketahui pada tahun 2017 lebih kurang Rp 550 juta, 2018 lebih kurang Rp 850 juta, dan 2019 lebih kurang Rp 750 juta.

"Hari ini, kami sudah tandatangani surat penyidikan yang sifatnya penyidikan umum. Jadi, jika nanti ada perkembangan, akan kita informasikan lebih lanjut. Mengingat sebuah penyidikan sifatnya rahasia," tuturnya.

Pihaknya segera melakukan penyelidikan dalam minggu depan. Mengingat, surat penyidikan sudah ditandatangani hari ini.

"Intinya adalah, ada bebebrpaa pekerjaan yang tidak dilakukan, namun anggarannya malah dicairkan," kata Dedie. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved