VIRUS CORONA DI KEPRI
Keterlibatan RSHB Batam Tangani Covid-19: Tetap Terima Pasien, Buat Rujukan ke Rumah Sakit
RSHB Batam prinsipnya menerima semua pasien. Namun khusus yang positif corona akan dirujuk ke rumah sakit rujukan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah menetapkan empat rumah sakit di Kepri menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19.
Empat rumah sakit itu, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Batam, Rumah Sakit BP Batam, Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Karimun, dan Rumah Sakit Umum Provinsi Ahmad Tabib Tanjungpinang.
Bagaimana keterlibatan rumah sakit swasta dalam penanganan Covid-19 di Kepri?
Direktur Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Batam, Dr. Made Tantra Wirakesuma, MARS mengatakan, RSHB saat ini sudah memiliki ruangan isolasi, tetapi pihaknya belum siap di alat pelindung diri (ADP).
Selain itu, hingga kini rumah sakit swasta yang terletak di Jalan Seraya, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Kepri ini belum menjumpai pasien suspect virus corona.
• Jadi Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19, RSUD EF Batam Miliki 1 Ruang Isolasi
"Untuk pasien virus corona, RSHB tetap merujuk kepada rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah," kata Made kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (18/3/2020).
Terkait upaya penanganan virus corona, pihak RSHB sudah menyiapkan ruangan isolasi. Yakni di UGD satu ruangan dan di lantai tiga, ada empat ruangan.
Untuk prosedurnya, yakni:
1. Dimasukan di ruang isolasi UGD.
2. Apabila ada gejala Covid-19 akan dilakukan uji laboratorium selama dua sampai tiga hari.
3. Masuk ruangan isolasi rawat inap di lantai tiga.
4. Membuat rujukan ke rumah sakit yang ditunjuk pemerintah dalam penanganan Covid-19.
Ia mengatakan, untuk saat ini RSHB mengalami krisis dalam penyediaan ADP. Dari masker, hand sanitizer dan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray).
"Kami tetap menerima dan kami rujuk, kalau di RSHB tetap melakukan penanganan semampunya dahulu, untuk biayanya kami akan tagihkan ke pemerintah daerah maupun pusat," ucap Made.
RSUD EF Batam Miliki 1 Ruang Isolasi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah (EF) Batam, Kepri menyiapkan satu ruang isolasi, dengan tiga kamar tidur untuk menangani pasien yang terpapar virus corona.
Diketahui, RSUD EF menjadi satu dari empat rumah sakit di Kepri yang menjadi tempat rujukan terkait penanganan pasien Covid-19.
Direktur RSUD EF dr Ani Dewiyana mengatakan, saat ini pihaknya hanya memiliki satu kamar isolasi dengan tiga kamar tidur.
"Kalau perawat kita banyak, fasilitas kita punya dokter spesialis paru, ada dua orang," kata Ani.
Diketahui, hingga saat ini belum ada informasi mengenai pasien positif terjangkit corona yang ditangani oleh RSUD EF. Meski demikian, pihak rumah RSUD EF siap memberikan pertolongan jika nantinya ada pasien yang terpapar virus corona.
Sementara saat ditanya jika nantinya jumlah pasien yang terpapar virus corona banyak di Batam, Ani mengatakan, rumah sakit lain pasti ikut bantu.
"Di Batam inikan banyak rumah sakit, mereka pasti memiliki ruang isolasi, minimal satu setiap rumah sakit," kata Ani.
RS Bhayangkara Polda Kepri Siap Dilibatkan Tangani Covid-19
Dalam rapat penanganan Covid-19, Senin (16/3/2020) lalu di Gedung Grahan Kepri, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah menyatakan, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri siap dijadikan tempat rujukan dan isolasi pasien covid-19.
"Selain 4 rumah sakit yang menjadi rujukan, rumah sakit milik Polda Kepri juga siap menangani pasien," ujarnya.
Selain rumah sakit Polda, Kepala BP Batam juga menyatakan telah menyiapkan Guest House milik BP Batam juga siapkan untuk menjadi tempat penanganan Covid-19.
Kabidokes Polda Kepri Kombes Pol Muhammad Haris, Rabu (18/3/2020) menyebutkan, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri saat ini telah siap menjadi tempat observasi dan rujukan pasien Covid-19.
"Saat ini kita memiliki kapasitas sekitar 40 pasien observasi," ujar Haris.
Seperti diketahui di Provinsi Kepulauan Riau ada 4 rumah sakit yang dijadikan tempat untuk observasi.
Yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Batam, Rumah Sakit BP Batam, Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Karimun, dan Rumah Sakit Umum Provinsi Ahmad Tabib Tanjungpinang.
Call Center
Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana berharap masyarakat Kepri untuk selalu proaktif untuk melapor ke seluruh puskesmas yang ada di Kepri, apabila mengalami demam, batuk, sakit tenggorakan dan atau sesak nafas.
"Jadi jangan ditunggu lagi, apabila mengalami sakit seperti di atas, langsung periksakan diri ke puskesmas terdekat atau langsung ke rumah sakit," kata Tjetjep melalui telepon, Selasa (3/3/2020).
Selain itu, masyarakat Kepri juga dapat mengkonsultasikannya melalui on call atau di telepon +62813 7879 0002 untuk Dinas Kesehatan Kepri atau +62817 7781 5333 untuk Dinas Kesehatan Batam.
Tidak hanya di dua nomor telepon itu, masyarakat Kepri juga bisa mengkonsultasikannya ke KKP Batam di +62813 7886 7771, BTKL-PP Batam +62813 7289 4521 serta Biddokkes Polda Kepri +62813 6790 9906.
"Jadi jika masyarakat Kepri benar-benar terkena Corona, penjemputan bisa dilakukan dengan ambulans sehingga membuat warga lebih steril dan tiba di fasilitas kesehatan tanpa berpotensi menulari yang lain," jelas Tjetjep.
(TRIBUNBATAM.id/Hilmi Heptana/Ian Sitanggang/ALAMUDIN/*)