Breaking News:

Polisi Bongkar Prostitusi Online, Mucikari Tawarkan Wanita Pemandu Lagu Lewat Chat WA

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, petugas menangkap keduanya di dalam kamar sebuah hotel di Karawang, Jumat (6/3/202)

Editor: Eko Setiawan
(KOMPAS.COM/FARIDA)
Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan (kemeja hitam) saat memberikan pertanyaan kepada tersangka mucikari prostitusi terselubung di Karawang saat press release kasus tersebut di Mapolres Karawang, Rabu (18/3/2020).(KOMPAS.COM/FARIDA) 

KARAWANG, TRIBUNBATAM.id - Kasus Prostitusi online dengan modus pemandu lagu dibongkar pihak kepolisian.

Polres Karawang setidaknya mengamankan dua orang yang bertugas menjual gadi pemandu lagu alias mucikari.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, petugas menangkap keduanya di dalam kamar sebuah hotel di Karawang, Jumat (6/3/202) sekitar pukul 18.00 WIB.

6 Bayi Malang Dijual Bidan Karena Orang Tuanya Miskin, Tak Mampu Bayar Uang Persalinan

Work From Home Policy evidently had a Positive Impact for Employees also Companies

Ramalan Zodiak Kamis 19 Maret 2020, Virgo Lelah, Sagitarius Emosional, Pisces Pengeluaran Membengkak

Bimantoro mengatakan pengungkapan kasus berawal saat kepolisian menerima laporan warga terkait praktik prostitusi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, petugas menangkap keduanya di dalam kamar sebuah hotel di Karawang, Jumat (6/3/202) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Kebetulan yang memesan kamar hotel ini bekerja sebagai kasir di karaoke. Dua orang ini kami tetapkan sebagai tersangka," kata AKP Bimantoro Kurniawan di Mapolres Karawang, Rabu (18/3/2020) dilansir dari Tribunjabar.co.id.

Kedua pelaku masing-masing berinisial NU (29) seorang koordinator pemandu lagu (PL) karaoke dan AR (27) kasir karaoke di salah satu hotel di Karawang.

Polres Karawang ungkap prostitusi online
Polres Karawang ungkap prostitusi online. (Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)

Dalam penggerebekan tersebut, kepolisian pun mengamankan 10 pemandu Lagu (PL) yang diduga dijadikan sebagai pekerja seks komersial.

"Lalu ada barang bukti uang tunai dan alat kontrasepsi, serta beberapa pemesanan di hotel untuk melengkapi berkas perkara," ujarnya.

Dalam bisnis haram tersebut, NU berperan menawarkan para pemandu lagu kepada lelaki hidung belang melalui WhatsApp dengan tiga tipe.

"Tipe platinum ditawarkan Rp 3.550.000, gold Rp 2.550.000, dan diamond," kata Bimantoro dikutip dari kompas.com.

Sementara AR yang bekerja sebagai kasir di tempat karoke tersebut berperan sebagai pemesan kamar.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved