KARIMUN TERKINI

Dianggap Menangkap Ikan Tanpa Izin, 8 Warga Kepri Ditangkap Petugas Keamanan Malaysia

Otoritas keamanan Malaysia dikabarkan menangkap 8 pemancing asal Provinsi Kepri. Mereka dianggap menangkap ikan tanpa izin. Kapal diduga terbawa arus.

TribunBatam.id/Istimewa
Delapan pemancing asal Provinsi Kepri yang dikabarkan ditangkap otoritas keamanan Malaysia, Selasa (10/3/2020) lalu. Tujuh di antara pemancing ini merupakan warga Kabupaten Karimun. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Otoritas keamanan Malaysia dikabarkan menangkap delapan pemancing asal Provinsi Kepri.

Tujuh di antara pemancing tersebut diketahui merupakan warga Desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Sedangkan satu lainnya adalah warga Setokok, Kota Batam.

Mereka ditangkap oleh pihak keamanan perairan negara jiran itu, Selasa (10/3/2020) pagi.

Dari informasi yang diperoleh, mereka ditangkap karena masuk ke perairan Negara Malaysia.

Mereka diduga masuk ke perairan Malaysia tanpa ada unsur kesengajaan.

Arus laut diduga menyeret kapal yang mereka gunakan untuk melaut.

"Arus membawa boat nelayan tersebut masuk ke perairan perbatasan Malaysia, sehingga mereka dianggap telah menangkap ikan di perairan Malaysia," kata Kepala UPT Pelayanan Usaha Perikanan Kecamatan Moro, Jack Sebastianus Sihotang, Kamis (19/3/2020).

Insiden Warga Karimun saat Melaut

Insiden yang dialami warga Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri saat melaut bukan yang pertama terjadi.

Halaman
1234
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved