BATAM SIAGA CORONA

STOK Bahan Baku Hanya Cukup Sampai April, Batam Disebut Masuki Fase Tersulit Resesi Ekonomi

Saat ini stok bahan baku industri di Batam hanya cukup untuk satu bulan ke depan yakni sampai April. Hal itu bisa mengancam kelangsungan industri.

Tribun Batam/Alfandi Simamora
Ilustrasi kawasan industri di Mukakuning Batam 

STOK Bahan Baku Industri Hanya Cukup Sampai April, Batam Disebut Masuki Fase Tersulit Resesi Ekonomi  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Malaysia memutuskan melakukan lockdown akibat Covid-19 sampai 31 Maret 2020.

Artinya, sehingga semua kegiatan operasioanal pabrik di Malaysia diliburkan.

Kondisi ini sangat mengancam keberlangsungan beberapa perusahan industri yang bahan bakunya suplai dari Malaysia.

"Semoga lockdownnya Malaysia tidak berkepanjangan, karena persediaan stock bahan baku di Batam hanya bertahan sampai April saja. Dengan sisa 1 bulan stok, membuat perusahaan menjadi waswas dan khawatir akibat lockdown ini," kata Wakil Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hioeng, Rabu (18/3/2020).

Saat ini, bukan penyebaran virus corona yang ditakutkan tapi pergerakan barang dan lalu lintas orang ini yang menjadi momok bagi dunia industri.

"Untung saat ini China sudah beroperasi walaupun hanya 50 persen dan sudah cukup membantu, tapi kita lihat negara-negara di Eropa, Asean dan Amerika mulai mengganas," ujar Tjaw.

Ia menambahkan perekonomian secara global sangat terpukul dengan lockdownya beberapa negara di Eropa seperti Itali, Francis, Denmark dan Spanyol yang notabenenya banyak supply bahan baku dan tujuan export selain China, Korea, Jepang dan negara-negara di Asean.

"Menurut saya, kita saat ini menghadapi fase tersulit dari semua resesi ekonomi yang terjadi selama ini. Tapi kita harus percaya bahwa semuanya pasti akan berlalu dan kita harus menang melawan semua ini," katanya.

Sementara itu, saat ini ada sebanyak 6.552 para expatriate dari berbagai jabatan mulai dari Presiden Direktur, General Manager, Manager Produksi sampai engineer yang bekerja di Batam dan karena faktor kedekatan antara Batam-Singapura dan Batam-Malaysia.

Mereka-mereka ini sering bolak balik seperti antar wilayah di Indonesia.

"Mereka biasanya masuk Senin dan kembali ke Singapura hari Jumat," ujarnya.

Singapura baru merelease berita terkait wajib karantina ini pada Minggu (15/3/2020) lalu dan pemberlakuannya mulai Senin (16/3/2020) pukul 11.59 WIB. Ia menilai tentu para expart tersebut sudah berada di Singapura dan Senin (16/3/2020).

"Kebanyakan tidak ada yang datang ke Batam. Ini sangat berdampak pada operasional perusahaan sehari-hari walaupun sampai saat ini belum ada perusahaan yang merumahkan karyawannya. Bisa di bayangkan kalau sempat terjadi permasalahan di wilayah produksi," tuturnya.

Para supervisor-supervisor, katanya, pasti kebingungan menghandle karena superiornya tidak berada di tempat. Tentu tidak bagus untuk efek ke depannya.  (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved