Corona Buat Dunia Kocar-kacir, Beberapa Negara Lockdown, WHO: Itu tak Cukup Mengalahkan Virus
Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, lockdown tak cukup mengalahkan wabah virus corona.
TRIBUNBATAM.id - Kengerian wabah virus corona (Covid-19) membuat dunia kelabakan.
Sejumlah negara pun mengunci negaranya (lockdown) demi mengurangi penyebaran corona.
Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, lockdown tak cukup mengalahkan wabah virus corona.
Pakar emergensi WHO Mike Ryan mengatakan, langkah-langkah kesehatan masyarakat diperlukan untuk menghindari kebangkitan virus ini di kemudian hari.
• BEGINI Langkah Perlindungan Saat Berada di Area Sebaran Virus Corona Versi WHO
• Kenali Gejala Ringannya, Ini Langkah Awal jika Berada di Daerah Penyebaran Virus Corona Menurut WHO
• WHO Uji Klinis 4 Obat untuk Virus Corona, Biasa Dipakai untuk HIV dan Malaria
"Yang benar-benar perlu kita fokuskan menemukan mereka yang sakit, mereka yang memiliki virus, dan mengisolasi mereka, menemukan kontak mereka dan mengisolasi mereka," kata Mike Ryan dalam sebuah wawancara seperti dikutip Reuters.
Kata Ryan, bahayanya penguncian adalah jika kita tidak menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang kuat sekarang, dan ketika lockdown itu dicabut wabah penyakit ini akan melompat kembali.
• Cerita Pilu Pelatih Timnas Italia Roberto Mancini, Teman Masa Kecilnya Meninggal karena Virus Corona
Sebagian besar negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS) mengikuti China dan negara-negara Asia lain, dengan memperkenalkan pembatasan drastis memerangi virus corona.
Sebagian besar pekerja disuruh bekerja dari rumah dan sekolah, bar, pub dan restoran ditutup.
• Sikap Hotman Paris Terhadap 5 Pejabat yang Plesiran Bersama Istri ke Eropa Saat Wabah Corona
• Berdarah Eropa, Ini Sosok Pria, Pacar Nike Ardilla yang Muncul di Video Klip Terakhir Nike
• Fakta-fakta 5 Pejabat di Jabar Plesiran ke Eropa di Tengah Wabah Corona, Bupati: Pulang!
Ryan mengatakan contoh-contoh di China, Singapura dan Korea Selatan (Korsel) memberikan model bagi Eropa, yang kini telah menggantikan Asia sebagai pusat pandemi corona.
“Setelah kami menekan transmisi, kami harus mencari virusnya. Kita harus berjuang melawan virus, ” kata Ryan.
Italia sekarang adalah negara yang paling parah terkena virus di dunia.
• Kematian 475 Kasus Per 24 Jam, Truk Militer Italia Dikerahkan Angkut Mayat Dikremasi
Sementara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, telah memperingatkan sistem kesehatan Inggris bisa kewalahan kecuali orang menghindari interaksi sosial.
• Nasib Pertarungan Tinju Dunia Anthony Joshua vs Kubrat Pulev Setelah Virus Corona Mewabah di Eropa
• RESMI, Piala Eropa 2020 Ditunda Karena Wabah Virus Corona, Digelar Tahun 2021
• Transfer Liga 1 2020 - Batal Kontrak Patrik Bordon Karena Cedera, Persik Datangkan Pemain Eropa
Menteri perumahan Inggris Robert Jenrick mengatakan, produksi alat tes akan berlipat ganda minggu depan dan meningkat setelahnya.
Ryan juga mengatakan beberapa vaksin sedang dikembangkan, tetapi hanya satu yang memulai uji coba di Amerika Serikat.
• UPDATE Covid-19, Di China 12 Kasus Baru Virus Corona, Italia Lebih dari 3.500 Kasus Baru
Ditanya berapa lama sebelum tersedia vaksin di Inggris, dia mengatakan bahwa orang-orang perlu realistis.
"Kita harus memastikan bahwa itu benar-benar aman ... kita berbicara setidaknya satu tahun," katanya.
"Vaksin akan datang, tetapi kita harus keluar dan melakukan apa yang perlu kita lakukan sekarang."(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/suasana-di-distrik-porta-nuova-yang-sepi-di-milan.jpg)