Sempat Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Rupiah Lemah tak Berdaya, Ambruk 4,17 Persen

Rupiah juga menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia, walau mayoritas mata uang lainnya berada di zona merah.

Twitter@putribuddin
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Wabah virus corona (Covid-19) meluluhlantakkan hampir semua sektor di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Industri, pariwisata hingga sosial terkena imbas. Corona kini menjelma bak hantu yang sangat mengerikan.

Pemerintah Indonesia sebelumnya tampil percaya diri sebelum adanya kasus corona.

Sikap itu berganti tak kala pandemi ini berhasil menembus pertanahan Republik Indonesia. 

Di sisi lain, pandemi ini membuat pelemahan nilai tukar rupiah di pasar spot semakin tajam.

Mengutip Bloomberg, Senin (23/03/2020) pukul 14.15 WIB, rupiah berada di level Rp 16.625 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah Tembus Rp 16.000 per Dollar AS

Rupiah Terperosok. Tembus Rp 15.000 per Dollar Amerika, Bandingkan dengan Dollar Singapura

Rupiah Loyo Terhadap Dolar AS Jelang Siang Ini, Ikuti Jejak Mata Uang Asia

Alhasil, rupiah ambruk 4,17 persen ketimbang penutupan Jumat (20/03/2020) yang masih di Rp 15.960 per dolar AS.

Ini juga semakin mendekatkan rupiah dengan rekor terburuknya sepanjang masa, yakni di Rp 16.650 per dolar AS yang terjadi pada 17 Juni 1998.

Rupiah juga menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia, walau mayoritas mata uang lainnya berada di zona merah.

Mengikuti rupiah, adalah won Korea Selatan yang turun 1,67 persen.

Halaman
12
Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved