TEGAS, Pemerintah Jakarta Akan Beri Sanksi Pada Masyarakat yang Masih Keluyuran Diluar Rumah

Selain melarang orang berkumpul ramai-ramai, Anies juga akan menindak tegas dan bahkan memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak mengindahkan hal

Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memberikan sanksi kepada masyarakat yang masih ngeyel dan tidak mendengarkan himbauan pemerintah jangan keluar rumah 

Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan sanksi bagi orang-orang yang memaksa untuk berkumpul di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id -Perang terhadap virus Corona terus dilakukan pemerinatah.

Bahkan sejauh ini, Jakarta yang menjadi lokasi penularan terbesar di Indonesia terus mewas diri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Bahkan tidak main-main melakukan pencegahan.

Selain melarang orang berkumpul ramai-ramai, Anies juga akan menindak tegas dan bahkan memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak mengindahkan hal tersebut.

Istri Jadi TKI di Arab Saudi, Suami Jadikan Anaknya Sebagai Budak Nafsu Selama 7 Tahun

Pasien Baru Positif Corona Dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam, Riwayat Perjalanan ke Jakarta

Gak Mau Dengar Himbauan Pemerintah, Generasi Milenial Disebut Sebagai Penular Terbesar Virus Corona

Jumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 bertambah.

Juru Bicara Pemerintah penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien baru yang terkonfirmasi bertambah 65 orang.

"Ada panambahan jumlah pasien Covid-19 sebanyak 65 orang hingga hari ini.

Penambahan ini tersebar di beberapa provinsi," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (23/3/2020).

Diketahui, DKI Jakarta tercatat mengalami penambahan tertinggi yaitu dengan adanya 44 kasus baru.

Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak ada hal yang penting.

Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, orang-orang yang memaksa berkumpul di tengah wabah Covid-19 bisa saja dikenai sanksi pidana.

Hal tersebut disampaikan oleh Nana setelah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/3/2020).

"Kami mintai keterangan sesuai dengan kapasitasnya. Ya bisa dalam bentuk nanti teguran, kalau memang arahnya ke pidana, ya kami angkat ke situ," ujar Nana, dikutip dari Kompas.com.

Anies Baswedan juga meminta dan mengimbau warga DKI Jakarta untuk menghindari pertemuan-pertemuan.

Ia mengungkapkan nantinya penyelenggara akan dimintai keterangan dan berpotensi akan ada sanksi.

"Penyelenggara (akan) ditegur dan kami akan menindak tegas. Jadi akan dibubarkan dan mereka-mereka yang memaksa, nanti akan ada dimintai keterangan, akan ada potensi sanksi, karena ini risikonya terlalu besar," kata Anies dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Anies juga menjelaskan tentang skenario pengamanan Jakarta di saat wabah Covid-19.

"Beliau tadi baru selesai untuk pemantauan Wisma Atlet. Jadi kami sekarang menyusun skenario untuk bagaimana mengelola mereka-mereka yang masuk dalam pasien dalam pengawasan untuk bisa dirawat dengan baik," ucap Anies

Sebelumnya, Anies Baswedan juga telah melarang warga Jakarta untuk tidak keluar Jakarta selama 3 pekan.

Anies memerintahkan para wali kota, camat, dan lurah untuk menyampaikan larangan tersebut kepada warga di wilayahnya masing-masing dalam rapat internal Pemprov DKI di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (19/3/2020) lalu.

Selain itu Anies Baswedan juga telah memiliki langkah-langkah pencegahan virus corona untuk warga DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri konferensi pers, Jumat (13/3/2020) di Balai Kota DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri konferensi pers, Jumat (13/3/2020) di Balai Kota DKI Jakarta. (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Anies juga mengimbau penundaan ibadah bersama selama dua minggu.

Penundaan ibadah bersama itu diganti dengan melakukan ibadah di kediaman masing-masing warga.

Tak hanya itu, Anies bahkan meminta warganya untuk menunda resepsi pernikahan di tengah wabah Covid-19.

Ia meminta apabila acara tersebut terpaksa dilakukan, maka perlu adanya pengecekan suhu tubuh dan pembersih tangan ketika hendak memasuki ruangan.

Dan yang terakhir, Anies meminta warganya untuk menunda perjalanan mudik lebaran.

Seperti diketahui, saat ini DKI Jakarta menjadi daerah tertinggi kasus Covid-19.

Berikut daftar sebaran tambahan kasus Covid-19 hingga Senin (23/3/2020) :

1. DKI Jakarta: 44 kasus baru

2. Banten: 9 kasus baru

3. Bali: 3 kasus baru

4. Kalimantan Timur: 2 kasus baru

5. Kepulauan Riau: 1 kasus baru

6. Jambi: 1 kasus perdana

7. Maluku Utara: 1 kasus perdana

8. Dalam proses verifikasi: 4

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria/Kompas.com)

Editor: Eko Setiawan
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved