BATAM TERKINI

Setelah Kemarau Panjang dan Terancam Krisis Air, Akhirnya Batam Diguyur Hujan Deras

Setelah dilanda kemarau cukup panjang, akhirnya sejumlah wilayah Batam diguyur hujan yang cukup deras

Setelah Kemarau Panjang dan Terancam Krisis Air, Akhirnya Batam Diguyur Hujan Deras
TRIBUNBATAM.ID/FREEPIK.COM
Ilustrasi hujan 
Setelah Kemarau Panjang dan Terancam Krisis Air, Akhirnya Batam Diguyur Hujan Deras
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Setelah dilanda kemarau cukup panjang, akhirnya sejumlah wilayah Batam diguyur hujan yang cukup deras, Senin (23/3/2020) sekira pukul 16.39 WIB kemarin.
Meski hujan tak terlalu lama, namun bagi beberapa orang, kondisi ini seolah menjawab doa mereka agar krisis air baku di Batam dapat diminimalisir.
Sebagaimana diketahui, di Batam digelar beberapa kali salat Istisqa atau salat minta hujan. Mulai yang digelar BP Batam, ATB dan juga tokoh masyarakat Sagulung, Batam.
"Setelah digelar salat minta hujan sekarang hujan turun. Senang sekali rasanya dan semoga krisis air kita berlalu," terang seorang warga bernama Jon kepada Tribun Batam saat ditemui, Senin.


Jon menilai, krisis air baku di Batam sendiri seolah luput dari perhatian pemerintah.
Sebab, krisis ini bersamaan dengan wabah virus Corona yang terus meneror kesehatan dan keselamatan warga Batam kini.
"Belum habis yang satu, yang satu lagi datang," keluhnya.
Sementara itu, warga lain bernama Ichsan juga menuturkan hal serupa.
Ia berharap turunnya hujan tak hanya terjadi kali ini saja.
"Kalau bisa besok juga turun hujan dan beberapa hari ke depan. Sebab dari berita, ATB bilang waduk terbesar kita turun terus airnya," ujarnya.
ATB Ucap Syukur
Sementara itu, hampir sebulan lamanya sejak kemarau panjang terjadi, hujan kali ini menjadi kabar baik bagi banyak pihak di Batam.
Seperti penuturan Head of Corporate Secretary PT. Adhya Tirta Batam (ATB) Maria Jacobus.
"Puji Tuhan. Semoga hujan terus turun," ungkapnya kepada Tribun Batam.
Kegembiraan Maria bukan tanpa alasan. Turunnya hujan ini seolah menjawab doa ATB yang beberapa waktu lalu menggelar salat minta hujan.
"Tak kebayang jika hidup tanpa air," sambungnya.
Namun Maria tak ingin banyak berkomentar mengenai dampak turunnya hujan terhadap peningkatan air di setiap waduk yang ada di Kota Batam.
Ia hanya menegaskan jika perihal waduk merupakan domain Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan air baku bagi warga Batam.
"Saya hanya berharap Covid-19 berlalu dan hujan terus turun. Tidak kebayang harus hidup tanpa air," tambahnya.
Ia seolah tak ingin warga Batam melupakan perihal krisis air baku di tengah terpaan wabah virus Corona. 
(tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah)
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved