3 Skenario Pemerintah Tentang Mudik Terkait Pencegahan Sebaran Covid-19: Ada Usul Pelarangan

Biasanya pada momen lebaran, masyarakat Indonesia akan beramai-ramai melakukan aktivitas mudik.

TRIBUN BATAM
Ilustrasi: Personil Yonmarhanlan IV Tanjungpinang mengamankan kelancaran arus mudik di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Senin (3/6/2019) 

3 Skenario Pemerintah Tentang Mudik Terkait Pencegahan Sebaran Covid-19: Ada Usul Pelarangan

TRIBUNBATAM.id- Tak terasa sebentar lagi umat muslim akan melaksanakan puasa dan lebaran.
Biasanya pada momen lebaran, masyarakat Indonesia akan beramai-ramai melakukan aktivitas mudik.
Namun demikian, Pemerintah menganjurkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas mudik pada Lebaran tahun ini.
Hal tersebut lantaran situasi kini tak memungkinkan karena adanya penyebaran virus Corona.
Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan keputusan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan pencegahan virus corona agar tidak menyebar lebih luas lagi ke penjuru Indonesia.

"Kami sudah bersepakat, hal yang paling utama adalah menjaga keselamatan masyarakat. Atas berbagai pertimbangan ini, kami melihat opsi kebijakan pelarangan mudik," kata Jodi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020).

Namun anjuran dilarang mudik tersebut, lanjut Jodi, masih belum tahap keputusan akhir.

Dan akan diusulkan kepada Presiden Joko Widodo selaku pengambil keputusan.

“Semua ini masih belum ada keputusan final menunggu kondisi penyebaran virus Covid-19. Pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat termasuk menghadapi puasa dan hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Pada Selasa (24/3/2020) kemarin, sejumlah kementerian dan lembaga terkait tengah menggodok opsi kebijakan tidak mudik Lebaran tahun 2020.

Ramalan Zodiak Asmara Rabu 25 Maret 2020, Taurus Hindari Berdebat, Scorpio Jangan Lari Dari Masalah

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 25 Maret 2020, Virgo Stres, Libra Meditasi, Aquarius Perhatikan Katamu

Jodi menyebut, ada tiga skenario yang dibahas oleh sejumlah kementerian terkait.

Pertama, bussines as usual, artinya mudik lebaran seperti dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Kedua, meniadakan mudik gratis oleh perusahaan.

Ketiga, skenario pelarangan mudik.

"Ketiga skenario itu akan segera dilaporkan kepada Presiden," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik mengatakan, akan mengeluarkan surat edaran bagi para calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada serentak tahun ini agar tidak menyelenggarakan mudik gratis sebagai sarana kampanye politik.

"Tahun 2020 akan ada Pilkada di 207 daerah. Kemungkinan para calon akan mengadakan mudik gratis dan Mendagri akan bersurat untuk melarang mudik gratis," ujarnya.

Dari sisi transportasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan mengambil sejumlah langkah taktis.

Ini antara lain, melarang kendaraan dari wilayah Jabodetabek yang akan menuju wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Sementara dari sisi transportasi udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub memastikan akan memberikan layanan prima untuk pengiriman logistik serta mengurangi kuota penumpang hingga 50 persen.

Halaman
123
Editor: Anne Maria
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved