BATAM TERKINI

Pawai Ogoh-ogoh saat Upacara Mecaru Tahun Ini Ditiadakan, Ini Sebabnya

Patung besar yang biasanya dibuat menyerupai Butha Kala ini merupakan perwujudan dari roh-roh jahat di sekeliling manusia.

Pawai Ogoh-ogoh saat Upacara Mecaru Tahun Ini Ditiadakan, Ini Sebabnya
TRIBUNBATAM/ARGIANTO
Pawai Ogoh-ogoh sebelum perayaan Nyepi di Batam. Kegiatan yang menjadi daya tarik sendiri ini ditiadakan tahun ini karena covid-19. 

Pawai Ogoh-ogoh saat Upacara Mecaru Tahun Ini Ditiadakan, Ini Sebabnya

BATAM. TRIBUNBATAM.id – Sehari sebelum Hari Raya Nyepi ditandai dengan Upacara Mecaru, yaitu upacara doa dan arak-arakan yang diharapkan mampu menjaga keharmonisan alam semesta. 

Upacara ini tak lengkap tanpa kehadiran ogoh-ogoh.

Patung besar yang biasanya dibuat menyerupai Butha Kala ini merupakan perwujudan dari roh-roh jahat di sekeliling manusia.

Panindita Jro Mangku Putu Satriayasa, Ketua Panindita Sanggraha Nusantara Kota Batam, menjelasakan, ogoh-ogoh ini pada Upacara Mecaru biasanya akan didoakan, kemudian diarak dan pada akhirnya dibakar.

Proses upacara pembakaran ogoh-ogoh ini merupakan simbol pelepasan roh-roh jahat yang ada di dunia.

“Pertama-tama, kita doakan supaya roh-roh jahat masuk ke dalam ogoh-ogoh, kemudian baru kita arak dan dibakar. Kalau sudah dibakar, roh-roh tersebut akan melebur bersama api dan naik ke langit,” ujarnya.

Sejarahnya, ogoh-ogoh belum dikenal oleh masyarakat Hindu pada awal-awal tahun Saka.

Namun seiring perkembangan, atas kreativitas dan jiwa kesenian umat Hindu di Bali, ogoh-ogoh ini pun mulai hadir dalam upacara sebagai perwujudan roh-roh jahat.

Umat Pura Agung Amarta Bhuana, Sei Ladi, Batam juga telah mempersiapkan tiga ogoh-ogoh untuk Upacara Mecaru memperingati Hari Raya Nyepi kali ini.

Halaman
12
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved