VIRUS CORONA

Polisi Malaysia Ancam Warga yang Tak Patuh Imbauan Berdiam Diri di Rumah; Siap-siap Dipenjara

Kepala Kepolisian Malaysia Abdul Hamid Bador mengatakan tindakan tegas telah dilakukan pihak kepolisian untuk meminimal penyebaran covid-19

thestar.com.my
Kepala Kepolisian Malaysia Abdul Hamid Bador dan ilustrasi penjara 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia mengancam akan mengambil tindakan keras jika masih ada warga yang keluar rumah tanpa alasan yang kuat selama diberlakukannya lockdown.

Pihak kepolisian Malaysia bahkan mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika ada warga bersikeras meninggalkan rumah tanpa alasan selama periode perintah kontrol gerakan (MCO - movement control order) di Malaysia untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kepala Kepolisian Malaysia Abdul Hamid Bador mengatakan tindakan tegas telah dilakukan pihak kepolisian untuk meminimal penyebaran covid-19.

Trilogi Tyson Fury vs Deontay Wilder Batal Digelar 18 Juli, Ini Tanggal Barunya

Hantavirus, Inilah Karakter, Gejala, Proses Penularan hingga Vaksinasinya

BERITA PSM - Pemain Muda PSM Makassar Lelang Jersey untuk Bantu Tenaga Medis Atasi Virus Corona

"Sebanyak 110 orang telah ditangkap dalam tujuh hari terakhir karena mencemooh MCO," katanya seperti dikutip dari thestar.com.my.

Dia mengatakan mereka yang ditangkap tidak hanya memberontak terhadap MCO, tetapi juga mengancam pihak berwenang yang menegakkan perintah MCO tersebut.

"Bagi mereka yang berpikir mereka tidak terkalahkan terhadap penyakit ini dan ingin bertindak keras, jangan kaget jika Anda ditangkap."

"Tolong bersiap untuk menghabiskan beberapa malam dalam pengurungan polisi (di penjara)," katanya.

Dia juga memperingatkan bisnis ilegal yang berusaha mencari keuntungan di tengah ketakutan warga akan meningkatnya pandemi Covid-19.

Dia mengatakan polisi telah membuka sekitar 370 makalah investigasi tentang kasus kecurangan dan melakukan 25 penangkapan, dan 11 orang di antaranya sudah didakwa di pengadilan.

"Bisnis-bisnis yang tidak bermoral yang merugikan korban hampir 3 juta Ringgit. Yakinlah, tim-tim di Departemen Investigasi Kejahatan Komersial sedang menyelidiki kasus-kasus ini dengan serius," katanya.

Halaman
123
Penulis: nandrson
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved