Saham Perusahaan Test Kit Corona asal Korea Selatan Melambung, Presiden Donald Trump Minta Tolong!

Contohnya, saham produsen test kit Seegene Inc melonjak 27 persen, sementara saham SugenTech Inc loncat 23 persen

Reuters
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNBATAM.id - Sejumlah saham Negeri Ginseng melonjak di tengah pandemik corona menjalar di dunia.

Namun, saham-saham yang mengalami lompatan tajam hanya pada saham perusahaan peralatan medis. 

Seperti yang terjadi pada saham Kospi yang melonjak 4,5 persen, setelah pemerintah Korea Selatan (Korsel) siap mengirim sejumlah peralatan medis dan test kit ke Amerika Serikat (AS), membantu memerangi virus corona. 

Berita itu membuat sejumlah saham produsen test kit Korsel untuk virus meroket lebih tinggi.

WNA Asal Korsel Bunuh Diri di Indonesia, Sebut Dirinya Terpapar Virus Corona Melalui Sepucuk Surat

Korsel Masuk Level ‘Kuburan’, Umumkan 169 Pasien Baru Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Gejala Baru Virus Corona Terungkap di Korea, Tak Bisa Mencium Bau & Mengecap Rasa

Contohnya, saham produsen test kit Seegene Inc melonjak 27 persen, sementara saham SugenTech Inc loncat 23 persen dan menopang pergerakan positif Kospi.

Rencana pemerintah Korsel ini dilakukan setelah adanya permintaan mendesak dari Presiden AS Donald Trump.

Dengan pengiriman ini, Korsel dijanjikan bahwa perusahaan-perusahaan Negeri Ginseng bakal mendapat kemudahan persetujuan dari pemerintah AS.

Donald Trump Salahkan China Soal Wabah Virus Corona yang Kini Meluas ke Seluruh Negara di Dunia

Asal tahu saja, kebijakan yang diambil kedua negara ini dalam menghadapi penyebaran virus corona memang berbeda.

Di mana, awal wabah besar terjadi Korsel meluncurkan pengujian luas beberapa hari, dan dengan cepat meluncurkan program agresif mengisolasi kasus yang dikonfirmasi dan melacak kontak mereka.

Saat Amerika Serikat Kewalahan Hadapi Virus Corona, China Kirim Bantuan Dokter ke Italia

BREAKING NEWS - Amerika Serikat Berlakukan Larangan Perjalanan dari Eropa ke AS, Kecuali Inggris

Langkah ini memenangkan pujian karena memperlambat penyebaran penyakit dengan relatif sedikit gangguan dan hanya terdapat 125 kematian.

Bahkan kini, jumlah infeksi baru per hari di Korsel sudah di bawah 100 selama 13 hari berturut-turut.

Sementara AS melakukan sedikit pengujian pada awalnya, dan memilih untuk melakukan lockdown di sebagai negara bagian secara massal.

Langkah ini ternyata belum berhasil menahan laju virus corona yang malah tumbuh cepat di sejumlah negara bagian dan ribuan kasus baru per hari.

Alasan Sebenarnya Iran Menolak Bantuan Donald Trump Atasi Corona

Kantor Blue House Korea Selatan pada pernyataan, Selasa (24/3) malam menjelaskan, dalam panggilan telepon 23 menit, Trump mengatakan ke Presiden Moon Jae-in akan membantu produsen Korea dapat persetujuan  Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) untuk peralatan mereka.

Moon pun mengatakan kepada Trump bahwa Korsel akan memberikan dukungan sebanyak mungkin, jika ada peralatan medis cadangan di Korea.(*)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved