BATAM TERKINI

Sekolah Al Muhajirin Dotamana Batam Pangkas SPP Siswa, Dampak Ekonomi Lesu Karena Corona

Pihak Yayasan Sekolah Al Muhajirin Dotamana Indah memangkas biaya SPP siswanya sebagai bentuk meringankan beban orangtua siswa, akibat dampak Corona

Sekolah Al Muhajirin Dotamana Batam Pangkas SPP Siswa, Dampak Ekonomi Lesu Karena Corona
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Ketua Yayasan Al Muhajirin Dotamana Indah, Pieter P Pureklolong 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menyikapi meluasnya wabah Corona yang merambah sampai ke Kota Batam, Sekolah Al Muhajirin Dotamana telah menerapkan beberapa kebijakan pencegahan.

Beberapa di antaranya adalah, membatasi kegiatan yang melibatkan pertemuan banyak orang, serta pembatasan kegiatan-kegiatan ibadah.

Sebagian besar guru di RA (Raudatul Athfal) maupun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) sekolah Al Muhajirin Dotamana, telah dianjurkan untuk bekerja dari rumah.

Kebijakan ini juga sejalan dengan himbauan bagi peserta didik untuk belajar secara daring di rumah masing-masing.

Kebijakan untuk bekerja dan belajar dari rumah ini, tergolong baik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Meski begitu, terdapat dampak baru yakni banyak orangtua murid yang tidak bisa mendapat "income", atau pendapatan sehari-harinya menurun akibat wabah Corona.

Oleh karena itu, pihak pengurus Yayasan Al Muhajirin Dotamana Indah (YAMDI) bersama Kepala RA dan SDIT telah menyepakati kebijakan baru melalui rilis tanggal 25 Maret 2020, terkait biaya SPP.

SPP yang dibebankan kepada masing-masing orangtua murid akan dipotong sebesar 10% untuk bulan April 2020, dan 15% untuk bulan Mei 2020.

Adapun pemotongan biaya SPP di bulan-bulan berikutnya, akan menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi.

Kebijakan ini akan diteruskan dalam pemberitahuan kepada pihak Bank Riau Kepri, dimana para orangtua murid membayar SPP via Virtual Account (VA). Keputusan tersebut berdasarkan atas SK Ketua Yayasan yang kemudian disebarkan melalui surat resmi kepada para orangtua murid.



Pihak YAMDI berharap, kebijakan pemotongan SPP ini dapat meringankan beban para orangtua murid yang 60% di antaranya berasal dari golongan menengah ke bawah.

Selain itu, ketua yayasan juga mengharapkan, kebijakan serupa juga dapat dijalankan oleh perusahaan-perusahaan lainnya, demi terciptanya stabilitas ekonomi selama menghadapi wabah Covid-19 ini.

(*/TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved