Sri Mulyani Tegaskan Indonesia Tak Krisis Ekonomi, Kini Rupiah Dekati Rp 17.000 per Dollar AS

Sri Mulyani menuturkan, respon kebijakan negara-negara dalam menghadapi situasi krisis kesehatan ini menjadi kunci utama untuk mencegah dampak ke pere

Sri Mulyani Tegaskan Indonesia Tak Krisis Ekonomi, Kini Rupiah Dekati Rp 17.000 per Dollar AS
YOUTUBE
Sri Mulyani 

TRIBUNBATAM.id - Kendati nilai tukar Rupiah terhadap Amerika Serikat trus menurun, namuan Kementerian keuangan mengatakan tidak akan ada Krisis Ekonomi.

Sejauh ini, seluruh negara sedang mengupayakan agar tidak terjadi krisis ekonomi.

Indeks saham anjlok ke bawah level 4.000, nilai tukar rupiah pun kian mendekati Rp 17.000 per dolar AS, dan yield Surat Utang Negara (SUN) pun cetak rekor tertinggi di 8,308%.

Viral Video Keluarga di Kolaka Buka Plastik Jenazah Pasien PDP Virus Corona, Langsung Ciumi Jenazah

Pemerintah Kebut Pembangunan Rumah Sakit Covid-19 di Galang Batam, Dilengkapi Sejumlah Fasilitas

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan krisis ekonomi kembali terulang pada tahun ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan saat ini Indonesia dan dunia memang tengah menghadapi krisis.

Namun, krisis itu ialah krisis di bidang kesehatan dan kemanusiaan akibat pandemi virus corona. 

Namun, Sri Mulyani meyakinkan bahwa saat ini krisis keuangan dan ekonomi belum terjadi. 

“Ini yang sedang diupayakan oleh seluruh negara, yaitu agar jangan sampai kondisi ini menyebabkan krisis ekonomi, sosial, dan keuangan. Kami sedang mencoba untuk menanggulangi krisis kesehatan ini agar tidak menimbulkan spill-over,” tutur Sri Mulyani, Selasa (24/3/2020). 

Hantaman Corona, Rupiah Merosot Tajam, Begini Langkah Bank Indonesia

Ia tak memungkiri, pertumbuhan ekonomi di banyak negara akan mengalami kontraksi.

Termasuk ekonomi Indonesia yang pada proyeksinya saat ini hanya akan mampu tumbuh 2,5% hingga 3% di 2020. 

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved