BATAM TERKINI

Asosiasi Driver Online Datangi Kantor DPRD Batam, Keluhkan Pendapatan Menurun hingga Minta Hal Ini

Asosiasi Driver Online mendatangi Kantor DPRD Batam. Mereka minta agar diberikan penangguhan kredit kendaraan oleh pihak terkait akibat dampak corona

TRIBUNBATAM.ID/HENING SEKAR UTAMI
Asosiasi Driver Online dan Pasremik menuntut realisasi penangguhan kredit kepada pihak terkait dan menyuarakan aspirasinya di Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (26/3/2020). 
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Covid-19 yang semakin mewabah ternyata berdampak signifikan terhadap pendapatan driver online di Batam. Seorang driver online yang tergabung di Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Batam, Defrizal mengatakan, pendapatan rata-rata sopir mobil online menurun sekitar 70 persen dari sebelum Covid-19 mewabah.
Biasanya, dalam satu hari, Defrizal bisa memperoleh penghasilan minimal Rp 200 ribu. Namun semenjak sepinya pelanggan, ia hanya bisa membawa pulang uang maksimal kira-kira Rp 125 ribu. Hal ini disebabkan, banyak masyarakat yang memilih berdiam diri di rumah, dan sedikit orang yang berani untuk berjalan-jalan keluar.
"Kalau dulu, penghasilan sebulan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, dan cicilan. Saat ini cuma bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari saja," ungkap Defrizal, ditemui di kantor DPRD Kota Batam, saat asosiasinya menuntut keringanan kredit kendaraan pada DPRD Kota Batam, Kamis (26/3/2020).
.
 

I

Pada Kamis ini, pihak pengusaha rental mobil dan driver online di Kota Batam mengajukan permohonan penangguhan sementara pokok dan cicilan angsuran di setiap perbankan dan finance selama wabah Covid-19. Pertemuan ini diikuti oleh Asosiasi Driver Online (ADO), Forum Driver Online (FORDO), dan Pasremik.
Menurunnya pendapatan driver online di Batam berpengaruh besar terhadap kelangsungan profesi driver yang berjumlah sekitar 2.800 orang di Batam tersebut. Dari poin-poin peringanan yang didapat dalam rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), driver meminta kepastian realisasi, terutama masalah perpanjangan jangka waktu kredit. Sebab poin tersebut lebih masuk akal untuk direalisasikan sesegera mungkin.
"Saat ini rata-rata kami masih melakukan cicilan dengan jangka waktu 5 tahun, dan berharap diberikan penangguhan waktu 3 bulan. Kalau hari ini dewan belum bisa ditemui, kami akan ke Astra Credit Company (ACC)," ujar Fahruddin, salah satu driver online.
(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved