Cerita Carolina Marin Kalah di Semifinal All England, Karena Ayah Sakit, Konsentrasi Terganggu

Carolina Marin takluk dari Tai Tzu Ying (Taiwan), pada laga semifinal turnamen All England 2020

Cerita Carolina Marin Kalah di Semifinal All England, Karena Ayah Sakit, Konsentrasi Terganggu
Instagram/Carolina Marin
Pebulutangkis Spanyol Carolina Marin 

TRIBUNBATAM.id, MADRID - Pebulu tangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin mengaku bahwa penyakit yang diderita sang ayah telah mengganggu konsentrasi dan juga mental bertandingnya.

Kendala itu tak cuma terjadi saat tampil pada All England 2020, tetapi juga pada Barcelona Spain Masters 2020, turnamen yang diharapkan dijuarai oleh Carolina Marin.

Dikutip dari BolaSport.com, Carolina Marin takluk dari Tai Tzu Ying (Taiwan), pada laga semifinal turnamen All England 2020.

Derita Radja Nainggolan Saat Pandemi Covid-19 di Italia, Tak Bisa Bawa Istri Terapi Kanker ke RS

8 Fakta Tony Ferguson yang Bisa Bikin Khabib Nurmagomedov Merinding; Selalu Menang di Ronde 1

PBSI Minta Turnamen Indonesia Open 2020 Diundur ke Bulan September 2020

Marin dikalahkan Tai Tzu Ying dengan skor 21-19, 13-21, 11-21 dalam tempo satu jam dua menit.

Selain menghentikan kiprahnya pada turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut, hasil itu juga memperpanjang daftar kekalahan Marin dari Tai menjadi sembilan kali.

Adapun Marin baru bisa mengatasi permainan Tai sebanyak enam kali saja, salah satunya terjadi pada semifinal All England Open 2015.

Kala itu, Marin mengalahkan Tai dengan skor 21-18, 21-11 sebelum menyelesaikan turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut dengan naik ke podium kampiun.

Marin mengakui, ada perbedaan mencolok yang terjadi pada pertemuannya dengan Tai pada tahun ini dan lima tahun lalu.

"Saya mendapat masalah sulit, semua orang berharap bisa menyaksikan saya menjadi juara di sana (Barcelona). Saya memang tidak merasa nyaman, tetapi saya ingin bermain," tutur Marin seperti dilansir BolaSport.com dari laman resmi BWF.

"Semua orang bilang bahwa merupakan hal mudah untuk saya menjadi juara di Barcelona. Namun, saya bilang kami harus lihat per laga, setiap musuh berat dan mereka semua ingin mengalahkan saya."

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved