TINJU DUNIA

Keinginan Deontay Wilder Lawan Tyson Fury untuk Ketiga Kali Dikecam; Konyol, Dia Tidak Bisa Meninju

"Keseimbangannya (Deontay Wilder) tidak bagus, lehernya terlalu lemah dan dia tidak memukul sekeras yang dikatakan semua orang," kata Dillian Whyte

Instagram/skysportsboxing
Pertarungan Tyson Fury vs Deontay Wilder (kanan) di Tinju Dunia Versi WBC 

"Saya pikir Tyson Fury lebih baik daripada dia di setiap sisi. Apa yang akan dia ubah saat ini? Tidak ada, dia tidak mengubah apa pun selama ini," ucapnya.

Whyte kemudian menyebutkan kekurangan Deontay Wilder dalam duel ulang kontra Tyson Fury.

"Dia tidak bisa menghasilkan pukulan, dia tidak bisa meninju," kata Whyte.

"Keseimbangannya tidak bagus, lehernya terlalu lemah dan dia tidak memukul sekeras yang dikatakan semua orang," kata Dillian Whyte.

Sementara itu, duel jilid ketiga antara Tyson Fury dan Deontay Wilder kemungkinan besar diundur tiga bulan atau hingga Oktober 2020 akibat pandemi virus corona.

Sejatinya, duel kedua petinju tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2020 di Las Vegas, Amerika Serikat.

"Anda tidak bisa menjamin pertarungan tersebut akan berlangsung sesuai rencana," ujar promotor Fury, Bob Arum.

"Kami tidak bisa meyakinkan mereka atau diri kami sendiri. Di mana mereka akan berlatih untuk itu? Itu tidak masuk akal. Anda hanya bisa mengambil langkah mundur."

"Bagaimana Anda akan menjual tiket Ini benar-benar konyol mengatakan bahwa pertarungan tetap berlangsung ketika orang Inggris tidak bisa ke sana."

Bob Arum menambahkan, semua orang harus mengambil langkah mundur, termasuk tinju. Menurutnya, tinju merupakan bagian dari apa yang terjadi di dunia ini.

"Jadi, mungkin pertarungannya akan berlangsung pada awal Oktober," ujarnya. (Fauzi Handoko Arif)

\\

\\

\\

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petinju Inggris Kecam Permintaan Deontay Wilder untuk Duel Ulang Lawan Tyson Fury"
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved