BATAM TERKINI

Operasi Bayi Kembar Siam di Batam Ditunda, Direktur RSBP: Dokter Fokus Tangani Covid-19

Operasi pemisahan bayi kembar siam harus ditunda lantaran tim medis dan manajemen rumah sakit sedang fokus dalam menangani covid-19.

Operasi Bayi Kembar Siam di Batam Ditunda, Direktur RSBP: Dokter Fokus Tangani Covid-19
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Zakia, bayi kembar siam sedang dirawat di RS BP Batam 

Operasi Bayi Kembar Siam di Batam Ditunda, Direktur RSBP: Dokter Fokus Tangani Covid-19

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Merebaknya wabah corona virus (covid-19) berimbas pada jadwal operasi pemisahan bayi kembar siam di Batam.

Bukan tanpa alasan, operasi pemisahan bayi kembar siam harus ditunda lantaran tim medis dan manajemen rumah sakit sedang fokus dalam menangani covid-19.

Hal itu diungkapkan Direktur Rumah Sakit Badan Pengusaha (RSBP) Kota Batam, dr Sigit Riyarto saat ditemui TRIBUNBATAM.id, Kamis (26/3/2020) pagi.

"Jadwal operasi yang semula kita rencanakan akhir Maret harus kita tunda demi kebaikan bersama. Baik bayi maupun tim medis yang menangani," ujarnya.

Sigit menyebutkan, Rumah Sakit Badan Pengusaha (RSBP) yang berada di Sekupang itu saat ini fokus pada penanganan dan pencegahaan covid-19.

"Semua kegiatan dan layanan yang bukan emergency kita tunda di rumah sakit," kata Sigit.

Selain itu, kata Sigit, seluruh tim gabungan medis dari berbagai dokter spesialis yang telah disiapkan sedang fokus menangani pasien covid-19 di rumah sakit yang ada di Batam.

Untuk jadwal penundaan operasi, dikatakan, Sigit pihaknya menunggu sampai wabah covid-19 mereda dan kembali normal.

Sigit menginformasikan bahwa kondisi bayi kembar siam, saat ini dalam keadaan sehat dan berat badan sudah bertambah sudah hampir mencapai 5 kg.

Diketahui, bayi kembar siam bernama Dzakiyah Thalita Sakhi yang merupakan putri dari ibu Suci Risky (33) di Batam saat ini sudah berusia 111 hari.

Sebelumnya, manajemen Rumah Sakit Badan Pengusaha Kota Batam telah mempersiapkan puluhan tim medis untuk melakukan operasi pemisahan.

"Ada tim keperawatan, tim ICU, tim Anestesi di meja perawatan, tim beda anak, tim beda torak, tim bedah plastik, tim rekam medik," kata Sigit. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved