Amerika Lampaui China Jumlah Orang Terinfeksi Covid-19, Kini Donald Trump Ragukan Data China

Amerika Serikat kini mengonfirmasi kasus Covid-19 paling banyak dibanding negara-negara lain, dengan setidaknya 82.404 orang dinyatakan positif Covid-

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNBATAM.id, NEW YORK -Pasien yang Positif terjangkit Corona di Amerika meningkat Tajam.

Mendapatkan data tersebut, kini Amerika meragukan data korban yang tekena corona di China.

Amerika Serikat kini mengonfirmasi kasus Covid-19 paling banyak dibanding negara-negara lain, dengan setidaknya 82.404 orang dinyatakan positif Covid-19.

Merujuk data Universitas Johns Hopkins, AS melampaui China yang mencatat 81.782 kasus dan Italia yang melaporkan 80.589 kasus.

Keduanya sebelumnya merupakan pusat pandemi virus corona.

Gunung Merapi Kembali Meletus Jumat Pagi Pukul 10.56 WIB, Tinggi Kolom Erupsi 5000 Meter

MOTOGP 2020 - Valentino Rossi Ingin Bangun Museum Pribadi yang Bisa Disaksikan Semua Orang

Balapan Indy 500 Tahun 2020 Batal Dimulai 23 Mei, Kompetisi Akan Dimulai 23 Agustus 2020

Tetapi dengan 1.200 kematian terkait-Covid-19, jumlah kematian AS masih jauh di bawah China (3.291) dan Italia (8.215).

Tonggak sejarah yang suram ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump meramalkan negaranya akan kembali bekerja "cukup cepat", setelah negara itu melaporkan adanya 3,3 juta warga yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu.

Lebih dari 1.100 orang dengan Covid-19 telah meninggal di AS.

Bisakah presiden memerintahkan semua orang kembali bekerja?

Tidak. Awal bulan ini, dia menetapkan periode 15 hari untuk memperlambat penyebaran virus corona dengan mendesak semua orang Amerika untuk mengurangi interaksi publik secara drastis selama periode tersebut.

Namun imbauan ini bersifat sukarela dan tidak ada kewajiban untuk melakukannya.

Halaman
123
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved