ATB Ikuti Instruksi Pemerintah, BP Batam Harus Siapkan Solusi Kongkret

PT. Adhya Tirta Batam (ATB) akan menjalankan keputusan BP Batam untuk menunda penggiliran air untuk kedua kalinya.

ISTIMEWA
Intake IPA Tanjungpiayu telah turun lebih dari 3 meter akibat menyusutnya level air di waduk Duriangkang. ATB akan mengikuti instruksi BP Batam untuk tetap mengabstraksi air baku melalui intake tersebut, dengan konsekuensi potensi resiko kandasnya pompa di IPA tersebut. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - PT. Adhya Tirta Batam (ATB) akan menjalankan keputusan BP Batam untuk menunda penggiliran air untuk kedua kalinya.

Walaupun dengan konsekuensi potensi resiko kandasnya pompa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu.

 “Resikonya sangat besar. Tapi kami akan mengikuti instruksi ini,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Maria mengatakan, ada beberapa pernyataan BP Batam yang belum tepat dan menimbulkan kebingungan.

Terutama terkait ketersediaan air baku yang diclaim masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

 Pernyataan tersebut disampaikan tanpa menyertakan data yang memadai terkait berapa lama kondisi waduk Duriangkang dan waduk lain tersebut akan bertahan. 

Kondisi saat ini, lebih buruk dibandingkan saat terjadi Elnino tahun 2015.

 “Saat terjadi El Nino tahun 2015, IPA Tanjungpiayu tidak terancam kandas. Untuk itu silakan ditafsirkan bagaimana kondisi saat ini,” jelasnya.

Namun, jika BP Batam masih bersikeras mengatakan air mencukupi, akan lebih tepat bila disertai dengan penjelasan dan data yang valid. 

Pertanyaan mengenai data riil kondisi air baku memang sebaiknya dilemparkan kepada BP Batam, karena air baku memang merupakan kewenangannya.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved